Home  / Kesehatan
Vaksin Covid-19 Bisa Dibeli via Aplikasi, Begini Cara Pesannya
Selasa, 24 November 2020 | 21:21:29
(Xinhua/Zhang Yuwei)
Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd. Beijing, China.
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menggaet 2 BUMN, yakni PT Telkom Indonesia dan PT Bio Farma dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Nantinya, seluruh proses vaksinasi ini bakal menggunakan sistem informasi satu data terpusat atau big data.

Mengutip liputan6.com, Chief Digital Healthcare Officer Bio Farma Soleh Ayubi menjelaskan, vaksinasi mandiri akan dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari aplikasi, web in dan walk in.

Dirinya juga menjelaskan alur pendaftaran dan pemesanan vaksin mandiri ini.

"Pertama, registrasi dan pre-order. Jadi siapa yang akan lakukan vaksin mandiri dan lakukan initial screening, sebab vaksin yang kita punya hanya untuk umur 18 hingga 59 tahun," jelas Soleh dalam webinar, Selasa (24/11/2020).

Hal ini, menurut Soleh, dilakukan untuk memperkirakan seberapa besar kebutuhan vaksin Covid-19 karena jumlahnya yang terbatas.

Selanjutnya, pasien melakukan reservasi dan pembayaran. Nantinya, pasien bisa memiliki tempat, tanggal dan waktu vaksinasi.

Pasien juga akan diingatkan untuk mengisi form consent untuk memastikan dirinya sudah siap mendapatkan vaksin Covid-19.

"Begitu kita tahu orang ini eligible, 2 jam sebelum proses penyuntikan, kita kirim notifikasi. Ini formnya penting karena kalau orangnya lagi sakit, nggak boleh divaksin," ujar Soleh.

Jika pasien tersebut layak divaksinasi, dirinya akan mendapat QR Code yang harus dibawa ke tempat penyuntikan dan mendapatkan vaksin. Vial-ID dan NIK pasien juga akan dikombinasikan di sini.

"Orang ini akan disurvey 30 menit apakah ada bengkak, kemerahan dan sebagainya. Setelah itu selesai, 2 minggu lagi datang lagi untuk suntikan kedua," jelas Soleh.

Setelah semuanya selesai, maka pasien akan mendapatkan sertifikat bahwa dirinya telah divaksinasi. Hal itu akan memudahkan pihak-pihak yang membutuhkan data masyarakat yang telah divaksin. Adapun, informasi vaksinasi terupdate akan tersedia di Kimia Farma Mobile.

"Misalnya ke PT KAI, sehingga jika pasien ini mau naik kereta api mereka sudah bisa karena KAI sudah punya data masyarakat yang sudah divaksin," katanya.

(sumber: liputan6.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Update Covid-19 Riau: Pasien Sembuh Bertambah 186 Jadi 24.849 Orang
207.460 Sampel Swab di Riau Telah Diperiksa Selama Pandemi
Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 34 Provinsi Per 15 Januari 2021
Pangdam XVII/Cenderawasih Terima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama di Provinsi Papua
Rekor Baru Lagi, Kasus COVID-19 RI Tambah 12.818 Hari Ini

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter