Home  / Kesehatan
Makan Lebih dari Satu Telur Sehari Tingkatkan Risiko Diabetes
Selasa, 17 November 2020 | 18:44:01
(Foodies Feed)
Ilustrasi. Sebuah studi longitudinal yang dilakukan selama hampir dua dekade menemukan konsumsi telur berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes.
JAKARTA - Di luar manfaatnya yang segudang, kebiasaan makan telur berlebih ditemukan dapat meningkatkan risiko diabetes.

Studi yang dilakukan para peneliti dari University of South Australia ini menemukan, orang yang secara teratur mengonsumsi satu atau lebih telur per hari dapat meningkatkan risiko diabetes.

Studi longitudinal ini merupakan penelitian pertama yang mencari hubungan antara kebiasaan konsumsi telur dengan diabetes pada populasi besar. Studi dilakukan terhadap 8.545 orang dewasa China selama rentang waktu 1991 hingga 2009.

Selama masa penelitian, konsumsi telur di China tercatat terus mengalami peningkatan. Semakin banyak masyarakat China yang mengonsumsi telur dalam jumlah dua kali lipat lebih banyak.

Mengutip Science Daily, hasilnya ditemukan bahwa konsumsi telur jangka panjang sebanyak lebih dari 38 gram per hari dapat meningkatkan risiko diabetes sekitar 25 persen.

Pada angka yang lebih tinggi, konsumsi satu butir telur atau lebih (setara 50 gram) secara teratur setiap hari dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 60 persen.

Tak cuma itu, peneliti juga menemukan bahwa dampak tersebut lebih banyak terjadi pada kelompok perempuan dibandingkan pria.

ilustrasi diabetesIlustrasi. Kandungan kolesterol pada telur diduga dapat meningkatkan risiko komplikasi diabetes seperti penyakit jantung. (iStockphoto/Maya23K)

Selama ini, hubungan antara konsumsi telur dan diabetes terus menjadi perdebatan. Namun, penelitian ini diklaim hanya bertujuan untuk mencari hubungan dari kebiasaan konsumsi telur harian jangka dan diabetes yang ditentukan oleh glukosa darah puasa.

Ahli kesehatan masyarakat dari University of South Australia, Ming Li, yang terlibat dalam penelitian, mengatakan bahwa peningkatan prevalensi diabetes menjadi kekhawatiran terbesar yang umum dialami di banyak negara-negara berkembang.

"Diet menjadi faktor yang berkontribusi pada timbulnya diabetes tipe-2. Jadi, memahami berbagai faktor makanan yang memengaruhi diabetes sangat-lah penting," ujar Li.

Kendati demikian, Li mengatakan, dibutuhkan penelitian yang lebih mendalam untuk mengeksplorasi hubungan antara telur dan diabetes.

Hingga saat ini, hubungan antara telur dan diabetes memang masih terus diperdebatkan. Sejumlah penelitian kecil menemukan, asupan telur berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes.

Mengutip Healthline, salah satu penyebabnya adakan kandungan kolesterol dalam telur yang dapat memicu komplikasi pada orang dengan diabetes seperti penyakit jantung. Saat ini, orang dengan diabetes disarankan untuk mengonsumsi kolesterol tidak lebih dari 200 miligram per hari. Sementara satu telur besar umumnya mengandung 200 miligram kolesterol.

Sementara itu, American Diabetes Association tetap menganggap telur sebagai pilihan makanan yang baik bagi orang dengan diabetes. Pasalnya, satu telur hanya mengandung sekitar 0,5 gram karbohidrat yang tidak akan memicu lonjakan gula darah.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Banyak Nyinyir Utang, Ini Jawaban Mengejutkan Sri Mulyani
Sri Mulyani Buka-bukaan Utang Pemerintah, Benar RI Bangkrut?
Telur Asin Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Amuba Pemakan Otak Manusia Ditemukan, Kondisi Bencana Diberlakukan di Texas AS
Indonesia Impor Ampas Sisa Makanan Senilai US$ 232,3 juta

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter