Home  / Kesehatan
FDA Peringatkan Penjualan Suplemen Mengandung Sesium Klorida
Selasa, 20 Oktober 2020 | 22:27:07
(Foto: Pixabay/Mizianitka)
Ilustrasi: FDA memberi peringatan sejumlah perusahaan lantaran memproduksi suplemen makanan yang mengandung sesium klorida dan dinilai berisiko.
JAKARTA - Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan Amerika Serikat atau FDA mengunggah lima surat peringatan untuk perusahaan yang memasarkan suplemen makanan dengan kandungan cesium chloride sesium klorida.

Senyawa ini disebut memiliki kadar racun yang rendah untuk manusia, tapi bentuk radioaktifnya bisa dengan mudah mencemari lingkungan.

Melalui peringatan kesehatan masyarakat pada Februari 2020, FDA telah mewanti konsumen dan ahli profesional perawatan kesehatan untuk menghindari penggunaan suplemen makanan yang mengandung garam cesium. Terutama sesium klorida.

Pada Juli 2018, FDA menyampaikan ke ahli profesional mengenai risiko keamanan signifikan terkait penggunaan sesium klorida dalam obat majemuk. Sesium klorida kadang disebut sebagai pengobatan alternatif untuk kanker. Meskipun tak satu pun produk yang mengandung sesium klorida yang disetujui FDA untuk penanganan kanker atau penyakit lain.

Sesium klorida merupakan bahan makanan baru yang sebelumnya tidak ada dalam pasokan makanan non-kimiawi. Itu sebab, perusahaan harus memberikan informasi ke FDA mengenai keamanan terkait penggunaan bahan makanan tersebut, sebelu memasukkannya ke suplemen makanan.

Perusahaan yang memasarkan produk tersebut belum memenuhi persyaratan FDA akibatnya produk mereka tak bisa dipasarkan secara legal. Dikutip dari laman resmi FDA, perusahaan yang menerima surat peringatan itu antara lain American Nutriceuticals LLC, Complete H2O Minerals Inc, Daily Manufacturing Inc, Elemental Research Inc and The Mineral Store Inc dan, Essence-of-Life LLC.

"FDA akan terus mengambil tindakan jika ada suplemen makanan yang mengandung sesium klorida karena masalah keamanan yang signifikan--termasuk toksisitas jantung dan potensi kematian--akibat penggunaan bahan ini. Kami sangat serius dalam mengemban peran melindungi masyarakat dari suplemen makanan yang berbahaya," terang Steven Tave, Direktur dari Program Suplemen Diet di Pusat Keamanan Pangan dan Nutrisi Teapan FDA dikutip dari News medical.

Jika konsumen yakin bahwa suatu produk mungkin telah menyebabkan reaksi pada tubuh atau penyakit, FDA merekomendasikan mereka untuk segera berhenti menggunakan produk tersebut. Selanjutnya Anda juga perlu menghubungi penyedia layanan kesehatan dan mengajukan keluhan ke FDA.

FDA telah meminta perusahaan merespons kejadian ini dalam waktu 15 hari kerja dan mengupayakan perbaikan atas pelanggaran tersebut. Kegagalan dalam memperbaiki kekeliruan atau memberikan dalih bahwa penggunaan produk itu tidak melanggar hukum dapat mengakibatkan tindakan hukum, termasuk penyitaan produk hingga keputusan pengadilan.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Mengandung Gas Tawa, Kotoran Penguin Bisa Bikin Linglung
Beras Mengandung Plastik Diduga Beredar di Maluku Tengah
BPOM: 67 Merek Obat Mengandung Ranitidin Diperiksa, 6 Tercemar NDMA
10 Makanan Terbaik dengan Kandungan Potasium Tinggi
10 Makanan yang Mengandung Kolagen untuk Kesehatan Kulit

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter