Home  / Kesehatan
Mengenal Gejala Bubonic, Wabah yang Dihadapi China
Selasa, 7 Juli 2020 | 22:45:57
(Foto: Pixabay/Kapa65)
Ilustrasi: Gejala bubonic akan muncul sekitar sehari hingga enam hari setelah orang terinfeksi bakteri Yersinia pestis, di antaranya demam tinggi, sakit kepala hingga nyeri persendian.
JAKARTA - Bubonic--atau biasa disebut pes--merupakan penyakit yang disebabkan bakteri Yersinia pestis yang biasanya dibawa kutu pada tikus lantas menginfeksi manusia. Bakteri penyebab penyakit pes ini juga mengakibatkan dua penyakit lain--yang juga menjadi wabah--yakni septikemia dan pneumonik.

Secara umum, orang yang terkena bakteri Yersinia pestis akan mengalami gejala seperti demam, kedinginan hingga sakit kepala. Sementara gejala lain menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit Amerika Serikat (CDC), masing-masing memiliki gejala berbeda bergantung pada area mana bakteri menginfeksi.

Baru-baru ini sejumlah negara mengumumkan kewaspadaan terhadap potensi wabah ini, di antaranya di Mongolia dan China. Pemerintah kedua negara menerapkan sejumlah langkah guna mencegah penyebaran penyakit. Salah satunya menurut laporan The New York Times, mengimbau warga untuk tak mengonsumsi tikus.

Pada bubonic, bakteri Yarsinia pestis menginfeksi sitem limfatik tubuh sehingga mengakibatkan pembesaran kelenjar, panas tinggi, sakit kepala, muntah dan, nyeri pada persendian.

Dikutip dari laman CDC, penderita bubonic akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang menyakitkan di bawah lengan, di leher atau di selangkangan.

Sementara dikutip dari laporan Times of India, beberapa gejala bubonic termasuk pembengkakan kelenjar getah bening--yang bisa sebesar telur ayam, demam, kedinginan atau menggigil, batuk, kelelahan, dan nyeri otot. Pembengkakan kelenjar getah bening yang disebut bubo--muasal nama bubonic.

Laman kesehatan WEB MD menulis, selain mengalami demam dan sakit mendadak pada kelenjar getah bening, gejala lain pasien bubonic di antaranya sakit kepala. Bakteri berkembang biak di area sekitar kelenjar getah bening.

Gejala penyakit bubonic bisa muncul setelah masa inkubasi sekitar satu hingga enam hari. Tanpa pengobatan menurut CDC, bakteri dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Penularan bubonic atau penyakit pes dari manusia ke manusia jarang terjadi. Namun bakteri penyebab pes atau bubonic itu bisa mengakibatkan penyakit lain yakni septikemia dan pneumonik. Kedua penyakit ini juga bisa muncul dari bubonic yang tak diobati dan berkembang.

Laman CDC menulis, pasien septikemia mengalami demam, kedinginan, kelemahan ekstrem, sakit perut, syok dan kemungkinan pendarahan kulit atau organ lain. Sementara pasien pneumonik mengalami gejala demam, sakit kepala, lemas, dan pneumonia yang berkembang cepat seperti berupa sesak napas, nyeri dada, batuk, dan kadang lendir berdarah atau berair.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pertanda Apa Ini? Bomber China Wara-wiri Laut China Selatan
AS Bakal Membalas Jika Bentrok dengan China di LCS
Tambah Lagi `Musuh` China: Selandia Baru
Bio Farma Respons Isu RI Jadi Kelinci Percobaan Vaksin China
AS Diduga Minta Jepang Ikut Larang TikTok Perangi China

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter