Home  / Kesehatan
Banyak Terpapar Informasi Covid-19 Bikin Orang Kena Gangguan Psikosomatik
Jumat, 12 Juni 2020 | 20:16:11
(Foto: Medical News Today)
Gangguan psikosomatik
Banyaknya informasi soal pandemi COVID-19 yang disebarluaskan melalui media sosial maupun televisi rupanya bisa berdampak buruk bagi seseorang. Sejatinya tak sedikit orang yang merasakan reaksi seperti batuk, pilek, dada sesak hingga demam gara-gara banyak terpapar informasi soal virus corona.

Bahkan tak sedikit orang yang mengira dia terkena Covid-19. Padahal sebenarnya dia sama sekali tak terkena Covid-19.

Apa yang terjadi kepada orang tersebut sebenarnya mengalami gangguan psikosomatis. Sedangkan psikosomatis merupakan kondisi yang menggambarkan saat munculnya penyakit fisik yang diduga disebabkan oleh kondisi mental. Beberapa gangguan kecemasan tersebut meliputi stres dan kecemasan.

Jika dilihat dari sisi psikologi, psikosomatis atau penyakit fungsional adalah kondisi yang menyebabkan pengidapnya merasa sakit atau mengalami gangguan fungsi tubuh. Namun, saat dilakukan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang lain, tidak penyakit dalam tubuh.

Anggota Ikatan Psikolog Klinis dan Halodoc, Emeldah mengatakan, gejala psikosomatis dapat berubah-ubah tergantung psikologis seseorang.

Beberapa gejala yang sering dirasakan pengidap psikosomatis meliputi jantung berdebar, sesak napas, lemas, nyeri ulu hati, tidak ada nafsu makan, susah tidur, nyeri kepala, nyeri seluruh tubuh, demam, batuk dan pilek.

"Ketika ada keluhan dari sisi fisik dan psikis ketika stres, jadi suka psikosomatis, 'Kok aku sesak napas?' padahal sesak itu karena cemas," kata Emeldah.

Seperti dilansir dari Sindo News, terdapat beberapa cara untuk meredam psikosomatis, Emeldah menyarankan dengan mengatur nafas untuk relaksasi dan membiasakan hal itu secara rutin untuk mengurangi stres.

Kemudian, jauhkan pikiran stres dan cemas. Lalu lakukan kegiatan yang santai, seperti menjalankan hobi dan mencoba hal baru di luar kegiatan rutin sehari-hari bersama keluarga.

"Atur nafas. Tarik nafas untuk relaksasi. Karena itu bisa membuat kita jadi tenang. Kemudian cari aktivitas baru yang positif bersama keluarga," imbuh Emeldah.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Antisipasi Gangguan Polsek Bandar Sei Kijang Lakukan Pengamanan di Mako
Macam-Macam Gangguan pada Telinga dan Penanganannya
BKSDA Riau Cek Informasi Harimau Sumatera di Danau Khayangan
Panglima TNI Resmikan Pusat Informasi Maritim TNI
Seluruh PD Kabupaten Bengkalis Berkomitmen Jalankan Keterbukaan Informasi Publik

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter