Home  / Kesehatan
Bahaya Gigitan Kutu Kucing pada Manusia
Selasa, 2 Juni 2020 | 07:51:48
(Foto: ayeletphotography/Pixabay)
6 penyakit berikut merupakan bahaya akibat gigitan kutu kucing pada manusia yang harus diwaspadai.
JAKARTA - Kasus meninggalnya balita di Sragen akibat tergigit kutu kucing baru-baru ini menyisakan tanya. Seberapa berbahayakah gigitan kutu kucing terhadap manusia, dan bagaimana kita bisa menghindari tergigit kutu kucing, mengingat ukurannya sangat kecil.

Manusia rentan atau berisiko terkena gigitan kutu, terutama memelihara binatang berbulu di rumah, misalnya kucing. Jika tidak dibarengi dengan perawatan yang rajin dan tepat, rumah Anda mungkin dipenuhi oleh parasit tak bersayap ini.

Kutu kucing atau dalam sebutan ilmiahnya Ctenocephalides felis, meski tidak bisa terbang tetapi memiliki kemampuan luar biasa untuk melompat. Panjang tubuhnya hanya sekitar 3 mm, namun kutu kucing dapat melompat sangat jauh, berkali-kali lipat dari ukuran tubuhnya--sekitar 15 cm secara vertikal dan 33 cm secara horizontal.

Kutu lebih suka hidup dengan anjing atau kucing, tetapi jika populasinya tumbuh, kutu dapat menyebar dan tinggal di serat karpet, sofa, tempat tidur, atau halaman rumah.

Ilustrasi kutu. Kutu dapat menggigit manusia dan mengakibatkan gatal, ruam, bengkak, bahkan infeksi (Foto: Wikipedia)


Gejala yang dirasakan ketika tergigit kutu
Manusia akan merasakan gejala yang mirip dirasakan hewan ketika tergigit kutu, antara lain:

> Gatal. Bekas gigitan kutu meninggalkan rasa gatal karena kutu melepaskan air liur yang mengandung antikoagulan ke dalam kulit dan aliran darah yang memudahkan kutu untuk memberi makan. Karena liur kutu adalah zat asing, sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi terhadapnya.

> Bengkak. Kulit di sekitar gigitan akan membengkak sebagai bagian dari reaksi alergi.

> Kulit memerah akibat air liur kutu

> Cedera dan infeksi pada kasus serius

> Rasa tidak nyaman. Gigitan akan terus berlanjut selama kutu masih menempel pada tubuh. Ini akan meningkatkan jumlah gigitan, rasa sakit dan gatal

> Pada beberapa orang, gigitan kutu dapat berkembang mengakibatkan pusing, sulit bernapas, mual, dan nyeri dada.

Kendati terasa sangat gatal, jangan turuti hasrat menggaruk. Garukan dapat mengiritasi kulit dan berpotensi menyebabkan infeksi bakteri hingga melepuh di area gigitan.

Bahaya kutu kucing
Mengutip situs pengendalian hama Ehrlich Pest Control, berikut bahaya penyakit yang bisa ditularkan akibat gigitan kutu kucing:

1. Dermatitis
Gigitan kutu kucing dapat menyebabkan dermatitis serius pada hewan maupun manusia. Itu karena gigitannya mengandung air liur yang menjadi alergen bagi manusia. Berdasarkan pola karakteristik gigitan, kutu lebih senang menggigit bagian pergelangan kaki.

Ketika mengalami ini, kulit akan terasa sangat gatal dan muncul iritasi. Meski digaruk secara lembut pun bisa terasa menyakitkan, terlebih di malam hari. Reaksi kulit terhadap gigitan ini biasanya berlangsung beberapa hari. Namun dalam kasus yang parah dapat bertahan hingga dua tahun.

Mengutip Dermatitis Caused by Ctenocephalides Felis (cat flea) in Human dalam Journal US National Library of Medicine pada 2014, tak sedikit pula bahwa gigitan ini dapat mengakibatkan reaksi alergi parah pada individu yang rentan, tetapi juga menggaruknya dapat menyebabkan infeksi sekunder.

2. Wabah pes
Pes adalah penyakit yang pernah membunuh hampir setengah populasi di Eropa pada abad pertengahan, dan wabahnya masih ada di mana-mana hingga sekarang.

Kutu menjadi inang bagi bakteri pes, Yersinia pestis. Kucing dapat terkontaminasi oleh wabah pes setelah makan tikus yang terinfeksi kutu. Kucing-kucing itu kemudian dapat membawa kutu ke rumah, lalu dapat menggigit manusia dan menularkan penyakit. Untungnya, pes dapat diobati dengan mengonsumsi antibiotik.

3. Murine tifus
Murine tifus disebabkan oleh bakteri yang dibawa oleh kutu yang terinfeksi dari tikus ke kucing atau manusia. Ini ditularkan oleh gigitan kutu yang terinfeksi atau bersentuhan dengan kotorannya. Dan dengan mudah kucing membawa kutu masuk ke dalam rumah.

Gejala yang dirasakan ketika tergigit kutu terinfeksi murine tifus ini meliputi sakit perut, mual, muntah, sakit kepala, lemas, dan demam yang sangat tinggi hingga 105 derajat yang dapat bertahan selama lebih dari seminggu.

4. Tularemia
Tularemia adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri Francisella tularensis dan ditemukan pada hewan seperti tikus kemudian ditransfer ke kucing maupun manusia. Gejala umum yang dirasakan berupa demam mendadak, menggigil, diare, nyeri sendi, dan lemah otot.

Kasus tularemia paling parah terjadi ketika bakteri dihirup dan ditularkan melalui kulit. Meski tidak menular, Tularemia bisa mengancam jiwa. Sebab gejalanya menyerupai penyakit lain sehingga sulit didiagnosis dan mendapat pengobatan yang tepat.

5. Alergi
Reaksi alergi adalah efek yang sering dirasakan usai terkena gigitan dan kotoran kutu kucing. Gigitan kutu kucing sering menyebabkan bintik-bintik merah, mirip dengan gigitan nyamuk tetapi lebih kecil.

Tak jarang disertai bengkak dan rasa gatal hebat. Gatal-gatal adalah tanda-tanda sederhana reaksi alergi terhadap gigitan kutu. Ini dapat diobati dengan resep dokter atau obat antihistamin.

6. Cacing pita
Cacing pita juga dapat ditularkan ke manusia oleh kutu kucing jika kutu tidak sengaja tertelan. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah lebih rentan terhadap infeksi cacing, tetapi siapa pun dapat terinfeksi.

Gejala infeksi cacing pita sering mirip dengan gejala penyakit lain, meliputi penurunan berat badan tiba-tiba, kehilangan nafsu makan, mual, lemah, dan diare. Anda mungkin harus menjalani beberapa siklus pengobatan untuk benar-benar membersihkan cacing pita dari dalam tubuh.


Pertolongan pertama gigitan kutu kucing pada manusia

Mengompres kulit yang tergigit kutu kucing dengan es batu dapat meringankan gejala gatal, kemerahan, dan mengempiskan bengkak (Foto: iStockphoto/AndreyPopov)

Dalam kebanyakan kasus, gigitan kutu tidak mengancam jiwa dan akan hilang dengan sendirinya. Tetapi, perlu dilakukan tindakan dengan segera bagi orang sangat sensitif terhadap gigitan kutu khususnya bayi dan balita, agar mencegah infeksi, bengkak, melepuh maupun kemungkinan lain yang berbahaya.

1. Jangan digaruk karena akan meningkatkan infeksi. Pada bayi atau anak-anak, segera potong kuku mereka untuk mencegahnya menggaruk secara tak sengaja

2. Cuci gigitan kutu dengan sabun antiseptik sesegera mungkin di permukaan kulit yang tergigit

3. Kurangi bengkak dan gatal dengan kompres es, kantung teh bekas, minyak pohon teh (tea tree oil), atau bisa juga dioleskan gel lidah buaya dingin

4. Gunakan krim topikal atau lotion kalamin untuk mengurangi rasa gatal yang hebat

Namun, Anda harus tetap waspada dan mencari perawatan medis jika keluhan dari gigitan tidak berkurang dalam kurun waktu seminggu, meski telah diberikan obat anti gatal. 

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bahayakan Penerbangan, TNI AU Himbau Warga Tidak Main Layangan di Sekitar KKOP
5 Bahaya Tidur Setelah Makan
Krismat Bersilaturahmi dengan Persekutuan Gereja
Jangan Sembarang Minum Obat Dexamethason
5 Bahaya Konsumsi Santan Berlebihan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter