Home  / Kesehatan
Kemenkes Catat 17.820 Kasus DBD di Indonesia, 104 Meninggal
Rabu, 11 Maret 2020 | 21:25:25
(Antara Foto/Kornelis Kaha)
Dokter memeriksa perkembangan kesehatan seorang pasien yang terserang demam berdarah dengue (DBD) di bangsal anak RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (11/3/2020).
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sejak Januari 2020 hingga hari ini terdapat 17.820 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia.

Tiga provinsi tertinggi dalam kasus DBD ini berada di Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Timur (Jatim). Rinciannya, Lampung sebanyak 3.431 kasus, NTT 2.732 kasus, dan Jatim 1.761 kasus.

Dari ribuan kasus tersebut, 104 di antaranya meninggal dunia. Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi paling tinggi angka kematiannya, yakni 32 orang.

Sebelumnya ada enam kabupaten di Indonesia yang dinyatakan berstatus kejadian luar biasa (KLB). Namun, berdasarkan keterangan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, hingga hari ini tinggal Kabupaten Sikka, NTT yang masih berstatus KLB.

"Tadi ada enam kabupaten yang menyatakan KLB, tapi karena tren kasus turun mencabut statusnya, tinggal Sikka," ujar Siti di Gedung Kemenkes, Rabu (11/3).

Siti mengatakan terkait penanganan DBD, Kemenkes akan turun apabila Dinas Kesehatan di kota/kabupaten tidak mampu menanganinya.

"Kalau kabupaten/kota enggak siap (menangani DBD) ya baru kita (Kemenkes) turun," ujarnya.

Demam berdarah dengue (DBD) menjadi sorotan setelah ada lonjakan kasus pada Maret 2020. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 14.716 kasus dengan 94 korban jiwa sejak 1 Januari hingga 5 Maret 2020. Angka itu kemudian melonjak menjadi 16.099 orang terjangkit dan 100 orang meninggal dunia. Namun hari ini, angkanya kembali melonjak.

Kematian paling banyak terjadi di Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, dan Jawa Timur sehingga ditandai sebagai zona merah. Kemudian Lampung, Jawa tengah, Bengkulu dan Sulawesi Tenggara. Diikuti Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah ditetapkan menjadi zona kuning.

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah tidak melupakan penanganan demam berdarah dengue (DBD) saat menghadapi penyebaran virus corona (Covid-19).

Saleh mengatakan kasus DBD di Indonesia patut menjadi perhatian. Secara nasional, sejak Januari lalu sudah lebih dari 100 orang meninggal karena DBD.

"Kalau dihitung jumlah orang yang sakit ditimbulkan oleh DBD ini kan lebih besar [dari corona]. Karena itu, pemerintah tidak boleh memalingkan wajahnya dari persoalan itu. Jadi pemerintah harus bersungguh-sungguh mengatasi itu," ujar Saleh saat dihubungi wartawan, Selasa (10/3).

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Update Corona 5 Juni: 29.521 Positif, 9.443 Sembuh
Kasus Korupsi Bantuan Dana Pemerintah, Kejagung Periksa 27 Peserta Rapat KONI
Diego Costa Divonis 6 Bulan Penjara dalam Kasus Pajak
Update Corona 4 Juni: 28.818 Positif, 8.892 Sembuh
Heru Hidayat Didakwa Alirkan Uang Korupsi Jiwasraya ke Kasino di 4 Negara

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad