Home  / Kesehatan
Bahaya Minuman Berkarbonasi dan Berpemanis
Kamis, 20 Februari 2020 | 22:27:52
(Istockphoto/photka)
Minuman berpemanis bakal dikenai cukai dengan alasan kesehatan. Selain diabetes ada beberapa penyakit yang mengintai penikmat minuman berpemanis.
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana untuk mengenakan tarif cukai untuk produk berkemasan plastik serta produk minuman berpemanis dan berkarbonasi. Alasannya, produk plastik yang dinilai tidak ramah lingkungan serta gula berlebih yang dikandung minuman ringan dan berkarbonasi dinilai membahayakan kesehatan.

Minuman berpemanis (atau minuman dengan pemanis tambahan, termasuk softdrink) mengacu pada minuman dengan tambahan gula atau pemanis lainnya, seperti sirup jagung dengan fruktosa, sukrosa, konsentrat buah. Termasuk dalam kategori minuman berpemanis antara lain minuman bersoda, cola, punch buah, dan limun. Beberapa minuman berenergi dan minuman yang diperuntukkan bagi atlet juga memiliki kandungan gula yang tinggi.

Sebagai gambaran, satu sendok teh gula beratnya 4,2 gram. Rata-rata minuman berpemanis dalam satu kaleng mengandung tujuh hingga sepuluh sendok teh gula.

Sebenarnya, apa efek dari konsumsi minuman kemasan yang mengandung gula atau minuman berkarbonasi sehingga dianggap perlu untuk dikenai cukai karena alasan diabetes?
 
Penelitian dari Harvard School of Public Health menunjukkan beberapa bahaya minuman yang mengandung pemanis buatan.

1. Obesitas
Mengonsumsi minuman berpemanis tidak memiliki efek kompensasi. Biasanya, setelah makan camilan atau makanan padat lainnya, ada kecenderungan untuk mengurangi jumlah asupan kalori dari makanan.

Hal ini tidak terjadi setelah minum, dimana orang biasanya tidak mengubah pola makan makanan padat, yang mengakibatkan kelebihan asupan kalori harian yang dihasilkan dari gula di dalam minuman dari pada yang diperlukan oleh tubuh, yang berakibat pada kegemukan.

2. Diabetes
Orang yang mengonsumsi minuman berpemanis secara rutin (satu hingga dua kaleng per hari atau bahkan lebih) memiliki risiko 26 persen lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2 daripada orang yang jarang minum minuman berpemanis.

3. Penyakit jantung
Risiko penyakit jantung yang lebih tinggi disebabkan oleh efek buruk dari tingginya muatan glikemik dari minuman berpemanis terhadap kadar gula dalam darah.

4. Menurunnya kesehatan tulang dan penyakit persendian
Minuman berkarbonasi memiliki kadar fosfat yang tinggi, dan mengonsumsi fosfat lebih dari kalsium memiliki efek yang merusak kesehatan tulang.

5. Kematian dini
Menurut sebuah penelitian besar jangka panjang terhadap 37.716 pria dan 80.647 wanita di Amerika Serikat, semakin banyak minuman manis yang diminum orang, semakin besar risiko kematian dini - terutama dari penyakit kardiovaskular. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
6 Pekerjaan Paling Berbahaya dengan Gaji Tak Sepadan
Kapuspen TNI: Penyebaran Berita Bohong Bahayakan Persatuan dan Kesatuan
Minuman Ringan Diwacanakan Kena Cukai, Ini Pengaruhnya pada Ekonomi Daerah
5 Minuman yang Dapat Membersihkan Ginjal
5 Minuman yang Bikin Tidur Jadi Nyenyak

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad