Home  / Kesehatan
Virus Corona Menyebar Sampai Singapura
Jumat, 24 Januari 2020 | 13:17:05
(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional Soekarno Hatta. Tangerang, Rabu, 22 Januari 2020.
JAKARTA - Singapura mengonfirmasi pada Kamis (23/1) mendapati kasus virus corona yang sejauh ini sudah menewaskan 17 orang di China. Kementerian Kesehatan Singapura menyebut satu orang, pria berusia 66 tahun dari Wuhan yang masuk ke Singapura pada 20 Januari 2020, terjangkit virus corona.

Wuhan, ibu kota provinsi Hubei, China dipercaya sebagai sumber utama penyebaran virus corona yang punya nama teknis 2019-nCoV. Singapura merupakan negara terkini yang menyatakan kasus wabah setelah China, Amerika Serikat, Taiwan, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Makau.

Pria itu dijelaskan mengalami sakit tenggorokan namun tidak demam selama penerbangan ke Singapura. Sehari setelahnya pasien ini mengalami demam dan batuk. Kemudian 

Selain pasien pria, Singapura juga menyatakan ada wanita 53 tahun asal Wuhan yang terdeteksi pemeriksaan awal positif virus corona. Wanita ini sekarang juga berada di area isolasi untuk mencegah penyebaran.

Singapura memperkirakan bakal ada lagi kasus virus corona mengingat negara ini banyak kedatangan penumpang internasional. Bandara Changi di Singapura menerima lalu lintas 430 penerbangan dari China setiap pekan.

Bandara Changi sebenarnya sudah melakukan pengawasan pada penerbangan dari Wulan sejak awal tahun, namun pada Rabu diperketat pada semua penerbangan dari China.

AFP mengabarkan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, yang saat ini berada di Davos untuk acara World Economic Forum, mengatakan, 'tidak perlu panik'. Menurut dia fasilitas rumah sakit dan respons Singapura telah menguat sejak kasus SARS pada 2002-2003 yang menewaskan 33 warganya.

"Saya pikir kami jauh lebih siap sekarang," katanya seperti diberitakan Straits Times.

Kasus virus corona sempat dicurigai terjadi di Indonesia saat karyawan Huawei diduga positif. Kendati demikian Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan karyawan itu dipastikan tidak terjangkit, melainkan hanya mengalami radang tenggorokan. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Brazil Umumkan Kasus Corona Pertama di Amerika Latin
Heboh Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Meninggal, Why?
Seorang WN Prancis Meninggal Usai Terinfeksi Virus Corona
Pasien Suspect Corona Semarang Meninggal, Hasil Lab Negatif
Diduga Mata-mata Swedia, China Penjarakan Penulis Buku

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad