Home  / Kesehatan
Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra
Selasa, 12 November 2019 | 03:34:02
(Foto: Istockphoto/mrjo2405)
Ilustrasi. Sejumlah cara yang disarankan untuk menghadapi gigitan ular, seperti mengikat area gigitan dengan kain, justru dapat memperburuk keadaan. Berikut pertolongan yang tepat.
JAKARTA - King Kobra merupakan salah satu jenis ular paling berbisa di dunia. Beberapa hari lalu, seorang pemuda asal Depok, Rendy Arga Yudha (18) meninggal dunia pada Rabu (6/11) setelah digigit ular king kobra peliharaannya sendiri.

Mengutip WebMD, keberadaan ular memang kerap tak terdeteksi. Biasanya, berbagai jenis ular akan banyak keluar dari sarang dan cenderung menjadi agresif saat cuaca memanas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, bila ditangani dengan tepat, gigitan ular jarang berakibat fatal atau menyebabkan kematian. Namun, sejumlah ular seperti king kobra bisa menyebabkan kerusakan organ yang serius sehingga perlu mendapatkan penanganan yang komprehensif.

Tak hanya di AS, ular juga banyak ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Sayangnya, sejumlah cara yang disarankan selama ini justru dapat memperparah keadaan.

"Bisa King Kobra punya neurotoksin kuat yang bisa menewaskan dalam hitungan jam," kata peneliti Herpetologi LIPI, Amir Hamidy, kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi lewat sambungan telepon, Senin (11/11).

Neurotoksin sendiri merupakan bisa yang menyerang saraf. Bisa ular king kobra menyerang saraf pernapasan sehingga bisa menyebabkan penderita kesulitan bernapas.

Tak hanya butuh penanganan dokter, gigitan ular juga membutuhkan pertolongan pertama yang dilakukan dengan tepat. Dengan begitu kondisi penderita tak akan memburuk dengan cepat.

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan sebagai pertolongan pertama pada gigitan ular seperti king kobra.

1. Pastikan area gigitan tidak banyak digerakkan. Misalnya bila Anda tergigit pada area kaki, maka pastikan kaki tidak banyak bergerak untuk memperlambat penyebaran racun. Agar tak banyak bergerak, Anda bisa meletakkan kayu pada sisi-sisi kaki lalu diikat, lakukan seperti pada pertolongan pada patah tulang.

2. Catat waktu gigitan sehingga dokter bisa menghitung seberapa banyak waktu yang telah berlalu dan kemungkinan risiko yang dapat timbul.

3. Bila gigitan terjadi di tangan, lepas semua perhiasan seperti cincin atau gelang karena pembengkakan bisa terjadi.

4. Selain tidak disarankan untuk mengikat bagian tubuh dengan tali, berusaha menyedot racun juga tak disarankan. Selain tidak efektif, racun tersebut juga bisa masuk lewat mulut.

5.Hindari mengonsumsi aspirin, ibuprofen, serta penghilang rasa sakit lain yang dapat mengencerkan darah.

6. Hindari pula teknik tourniquet yaitu memotong aliran darah ke area gigitan karena dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan jaringan.

7. Termasuk hindari mengikat bagian tubuh dengan kain atau tali dengan harapan menghentikan laju racun. Cara ini justru dapat membuat pembuluh darah tersumbat dan menyebabkan komplikasi yang lebih berbahaya.

8. Segera menuju ke rumah sakit sesegera mungkin untuk mendapat penanganan yang intensif. Walau digigit ular yang tidak beracun sekalipun, gigitan ular berisiko membuat Anda terinfeksi tetanus serta bakteri berbahaya.

Lamanya perawatan akibat gigitan ular bisa bergantung pada jenis ular dan seberapa parah dampak racun pada tubuh. Gigitan ular dan bisa king kobra tentunya butuh perawatan yang lebih intensif dibanding gigitan ular lainnya. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Penumpang Pesawat Disengat Kalajengking dalam Penerbangan di Amerika Serikat
Diduga Curi Pisang, Pria di Sumut Tewas Digigit 4 Anjing
Bupati Suyatno Letakkan Batu Pertama Pembangunan Tambahan Ruang Kelas SMP 6 Bangko Pusako
Bocah Kritis Usai Digigit Anjing Pit Bull di Medan
Salah Kaprah soal Manfaat Kesehatan dari Makan Daging Ular

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad