Home  / Kesehatan
Sebabkan Kematian, Rokok Elektrik Dilarang di New York
Rabu, 18 September 2019 | 06:09:32
(Foto: lindsayfox/Pixabay)
Ilustrasi. New York menjadi negara kedua yang melarang peredaran Vape.
JAKARTA - Setidaknya sudah 6 orang di AS meninggal akibat penyakit paru yang terkait dengan rokok elektrik atau vape, lapor CNN. Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sudah lebih dari 450 kasus penyakit paru terjadi di 33 negara bagian AS terkait penggunaan vape.

Banyaknya masalah paru terkait vape, bahkan telah dikaitkan dengan kematian, New York akhirnya melarang peredaran semua rokok elektrik yang beraroma. Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan vape berbahaya dan menimbulkan kecanduan, terutama pada generasi muda.

"Ini jelas ditujukan untuk generasi muda dan sangat efektif menargetkan generasi muda," kata Cuomo dalam konferensi pers di Mahanttan, dikutip dari Reuters, Senin (16/9).

Cuomo mengatakan komisioner kesehatan New York Howard Zucker bakal secara resmi melarang peredaran rokok elektrik selain tembakau dan mentol pada pertemuan darurat Public Health and Health Planning Council, pekan ini.

New York bakal menjadi satu dari dua negara bagian AS yang melarang peredaran rokok elektrik beraroma. Sebelumnya, negara bagian Michigan sudah melarang peredaran rokok elektrik awal bulan ini.

Sementara itu, pemerintahan Donald Trump masih mewacanakan larangan peredaran vape di seluruh AS.

Hingga saat ini, AS masih meneliti penyebab pasti penyakit paru-paru terkait rokok elektrik ini.

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pengumuman untuk Para PNS: Dilarang Menyerang Pemerintah!
Minyak Curah Dilarang, Pedagang Ancam Naikkan Harga Gorengan
Cukai Rokok Resmi Naik, Harga Eceran Melambung
Sekolah Dilarang Pungut Uang atau Sumbangan Pendidikan
Siap-siap! Sri Mulyani Naikkan Tarif Cukai Rokok 2020

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad