Home  / Kesehatan
Biaya Bersalin Mahal, Angka Kematian Ibu RI Masih Tinggi?
Minggu, 21 Juli 2019 | 11:14:13
(Designed by jcomp / Freepik)
Foto: Ilustrasi bayi
JAKARTA - Mungkin masih banyak kalangan yang beranggapan bahwa proses kehamilan zaman sekarang repot karena harus periksa ke dokter berkali-kali. Secara rata-rata jumlah kontrol dokter oleh calon ibu sekarang mencapai 11 kali untuk satu masa kehamilan. 

Selain itu sekarang biaya persalinan dianggap tinggi untuk sebagian kalangan. Di beberapa rumah sakit swasta Jakarta, biaya persalinan normal berkisar antara Rp 20-30 juta.

Padahal dari cerita-cerita generasi Baby Boomers, banyak ibu yang hamil tanpa melakukan pemeriksaan medis dan bersalin di rumah hanya dengan bantuan dukun. Dan mereka bisa selamat dan melahirkan generasi milenial.

Jadi apa sih pentingnya mengikuti pemeriksaan medis yang berlapis-lapis seperti sekarang ini?

Jawabannya adalah untuk menekan tingkat kematian ibu dan bayi. 

Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) terakhir tahun 2017, angka kematian bayi baru lahir (neonatal) sudah turun menjadi 15/1000 kelahiran hidup. Sementara pada tahun 2012 mencapai 19/1000 kelahiran hidup.

Adapun Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2015 telah turun ke posisi 305/100.000 kelahiran hidup dari 346/100.000 kelahiran hidup di tahun 2010. Nilai AKI menunjukkan jumlah kematian perempuan saat hamil, melahirkan, atau masa nifas.

Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan angka kematian ibu dan neonatal adalah pemeriksaan kehamilan oleh tenaga kesehatan. Angka tingkat pemeriksaan kehamilan oleh tenaga kesehatan di Indonesia per tahun 2017 telah naik menjadi 97,5% dari yang sebelumnya 94% di tahun 2012.

Meskipun sudah berhasil ditekan, nilai AKI di Indonesia tercatat masih merupakan yang terbesar kedua di antara negara-negara ASEAN. Tingkat kematian ibu tertinggi ada di Laos. Sedangkan Malaysia memiliki AKI paling rendah.

Penelitian yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) mengungkapkan bahwa 75% dari kematian ibu disebabkan oleh:
Pendarahan parah (sebagian besar pasca salin)
Infeksi
Tekanan Darah Tinggi saat kehamilan
Partus macet
Aborsi yang tidak aman
Disebutkan pula kasus ibu meninggal disebabkan komplikasi kebidanan yang tidak ditangani dengan baik dan tepat waktu.

Adapun 75% kematian neonatal terjadi pada minggu pertama setelah lahir, dan 40% meninggal dalam 24 jam pertama. Penyebab utama kematian neonatal adalah prematur, komplikasi terkait persalinan, infeksi, dan cacat lahir (birth defect).

Maka dari itu pemeriksaan yang mumpuni oleh tenaga kesehatan sangat perlu dilakukan untuk dapat mendeteksi sejak dini jika ada masalah pada kehamilan. Dengan begitu, tenaga medis dapat dengan sigap melakukan tindakan yang diperlukan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Ibu Muda di Binjai Ditangkap Densus, Anaknya Ditinggalkan Sendirian
Diduga Terlibat Terorisme, Petinggi BUMN Ikut Ditangkap Densus 88
SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris Ditangkap Di Sekolah
Ada Buku Jihad, Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Riau
Agar Berkah, Baca Doa Berangkat Kerja Ini

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad