Home  / Kesehatan
Kenali Gejala Stroke yang Sering Tidak Disadari
Selasa, 15 Januari 2019 | 05:46:53
(Foto: Shutterstock)
Ilustrasi
Penyakit stroke tidak hanya menyerang orang di usia tua saja. Tetapi juga bisa menyerang orang di usia muda.

Berdasarkan data yang dihimpun Okezone dari berbagai sumber, stroke merupakan sebuah kondisi yang disebabkan kurangnya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan (stroke iskemik), atau bisa juga karena pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).

Jika otak tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup, sebagian sel-sel yang ada otak akan mati. Kondisi inilah yang kemudian dikenal dengan istilah stroke, di mana bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.

Gejala stroke sendiri sebetulnya terbagi menjadi beberapa kategori. Salah satunya adalah stroke ringan atau transient ischemic attack (TIA). Tanda dan gejala stroke ini sama seperti dengan stroke lainnya, namun terjadi lebih cepat. Jika ditilik dari beberapa pengalaman pasien stroke, durasi serangannya bisa berlangsung antara beberapa menit hingga beberapa jam.

Saking cepatnya, seseorang terkadang tidak menyadari bahwa mereka baru saja terkena serangan stroke. Contoh kecilnya, seseorang tiba-tiba mengalami kesulitan berbicara atau bergerak selama beberapa menit sebelum akhirnya organ mereka berfungsi kembali.

Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa melakukan pengecekan secara berkala ke rumah sakit atau dokter pribadi. Di samping itu, Okezone telah merangkum 6 tips untuk mencegah hipertensi atau tekanan darah tinggi yang juga dapat memicu stroke. Berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir dari Everyday Health, Selasa (15/1/2019).

Perhatikan berat badan

Salah satu hal terpenting untuk mencegah tubuh dari serangan hipertensi adalah menjaga berat badan yang ideal. Bagi Anda yang merasa kelebihan berat badan, cobalah untuk menurunkannya secara perlahan. Dokter Ogedegbe mengatakan, menurunkan berat badan 4,5kg dapat mencegah Anda dari tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter atau ahli gizi profesional mengenai jumlah berat badan yang ideal untuk Anda.

Terapkan program diet seimbang

Mengonsumsi makanan sehat juga dapat membantu mengendalikan tekanan darah atau hipertensi Anda. Perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran, terutama yang kaya potassium, serta batasi asupan kalori, lemak, dan gula yang berlebihan. Jika Anda benar-benar serius ingin mencegah hipertensi, Anda bisa menerapkan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) yang telah terbukti ampuh mengelola tekanan darah.

Kurangi asupan garam

Bagi sebagian orang, membatasi konsumsi garam ternyata dapat membantu mereka menjaga tekanan darah. "Semakin tinggi asupan natrium, semakin tinggi pula tekanan darah Anda," tutur Dr. Ogedegbe. Untuk mengakalinya, Anda bisa mengurangi total asupan garam dengan menghindari makanan kemasan dan yang bersodium tinggi. "Saya selalu menyarankan agar orang-orang menjauh dari salt shakers," tambah Ogedegbe.

(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Azwendi: Dana DAK 2019 Diharap Tidak PHP
Waspada, Inilah 5 Gejala Penyakit Jantung Pada Wanita
Putusan Tatib DPRD Riau Dinilai Tidak Sah
APBD Kabupaten Kampar 2019 Tidak Pro Rakyat
Sopir Tidak Hati-hati, Truk Tangki Nabrak Pembatas Fly Over

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad