Home  / Kesehatan
Lagi, Kemenkeu Bakal Suntik BPJS Kesehatan
Selasa, 30 Oktober 2018 | 13:10:17
Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan kembali menyalurkan dana talangan (bailout) sebagai salah satu upaya menutup defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan pemerintah akan kembali menyalurkan dana tersebut di akhir tahun, seiring dengan perkiraan defisit keuangan BPJS Kesehatan pada bulan November dan Desember.

"Kemarin sudah Rp 4,9 triliun dari APBN. Akhir tahun ada defisit kan? Kami akan bantu lagi," kata Mardiasmo saat ditemui di kompleks Kementerian Keuangan, Selasa (30/10/2018).

Berdasarkan prognosis BPJS Kesehatan, defisit arus kas perusahaan hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp 16,5 triliun, termasuk akumulasi defisit tahun lalu sebesar Rp 4,4 triliun.

Kementerian Keuangan memang sebelumnya telah mengucurkan dana talangan untuk menutup defisit BPJS Kesehatan sebesar Rp 4,9 triliun. Namun, potensi defisit masih menganga cukup lebar.

"Istilahnya bukan bailout. Kalau bailout bisa dikembali lagi. Ini bantuan program JKN [jaminan kesehatan nasional]," kata Mardiasmo.

Saat ini, sambung dia, pemerintah masih menunggu hasil review Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait dengan kondisi keuangan dana jaminan sosial (DJS) kesehatan, sebelum menyalurkan bantuan.

"Jumlahnya masih menghitung dari BPKP," kata Mardiasmo. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Timnas Putri U-15 Mundur dari Piala AFF karena PSSI Kesulitan Dana
Tren Kesehatan RS Columbia Asia 2019, Luncurkan Aplikasi Ponsel Demi Kenyamanan Pasien
Respon Kritikan Gubri, BPJS Janji Tingkatkan Pelayanan dan Kemudahan
Kades di Gowa Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp531 Juta
Manfaatkan Dana Desa, 80 Keluarga di Desa Makeruh Terima Bantuan PAH

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad