Home  / 
Eksotisnya Air Terjun Batu Tilam di Kampar
Selasa, 18 Februari 2020 | 08:41:32
(Foto: facebook Kenegrian Pangkalan KAPAS)
Air Terjun Batu Tilam
KAMPAR - Kabupaten Kampar, Riau, memiliki destinasi wisata baru, yakni air terjun Batu Tilam. Lokasinya berada di wilayah Desa Kebun Tinggi, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Di objek wisata ini para peminat objek wisata alam bisa menguji nyali sambil disuguhi hutan alam Sumatra yang masih asri.

Air terjun Batu Tilam merupakan objek wisata minat khusus yang sangat indah. Lokasinya tepat berada mulut gua di dinding-dinding puncak Bukit Barisan yang melintas di Kabupaten Kampar. Udara yang masih sejuk dan pemandangan yang masih asri sudah pasti bisa dirasakan di tempat ini.

Menurut keterangan Kepala Desa Kebun Tinggi, Joni, air terjun Batu Tilam ditemukan oleh beberapa orang warga desanya pada akhir tahun 2009, kemudian pada tahun 2015 ia bersama tokoh masyarakat dan warga desa kembali menjelajahi keberadaan air terjun tersebut.

Kondisi aksesibilitas jalan untuk menuju ke Air terjun Batu Tilam masih cukup sulit karena keterbatasan sarana infrastruktur jalan yang hingga kini belum memadai. Namun bermodalkan keyakinan warga Desa Kebun Tinggi bergotong-royong berusaha membenahi kondisi itu seadanya.

"Air terjun Batu Tilam ditemukan oleh beberapa orang warga pada tahun 2009, kemudian pada tahun 2015 mulai dijelajahi sambil dibenahi oleh perangkat desa beserta warga," kata Joni ketika dijumpai di lokasi air terjun Batu Tilam.

Ia menceritakan, pada awalnya ia mengetahui lokasi air terjun Batu Tilam dari ninik mamak (tokoh masyarakat-red) dan beberapa warga yang tinggal di desa itu. Menurut informasi yang ia dapat, ketika pada zaman dulu ada orang tua yang pergi merantau untuk menyambung hidup ke lokasi air terjun itu sambil bekerja membuat amunisi untuk berperang.

"Dulunya di bibir gua yang berada tepat di balik air terjun Batu Tilam merupakan lokasi tempat tinggal leluhur kami merantau untuk menyambung hidup ketika zaman perang Belanda hingga Jepang menjajah Indonesia. Sambil berlindung, dua orang tua kami membuat bencui atau amunisi berperang. Di lokasi itu ada batu tempat beristirahat, namanya Batu Tilam artinya alas tempat tidur. Dari cerita itulah nama air terjun ini disebut masyarakat," jelasnya dalam siaran pers Dispar Riau.

Di kawasan air terjun Batu Tilam masih terdengar suara siamang dan bermacam-macam jenis burung yang saling bersautan. Bebagai macam kayu hutan yang sudah langka juga masih bisa dijumpai di tempat ini. Ukuran diameter kayunya sebesar, 2 hingga 3 pelukan orang dewasa.

Jumlah air terjun seluruhnya di Desa Kebun Tinggi sebanyak 27 air terjun. Tinggi air terjunya bervariasi, ada yang 10 meter, 20 meter, 25 meter, 100 meter hingga bisa mencapai 150 meter. Saat ini untuk objek wisata air terjun Batu Tilam sendiri sudah dilengkapi fasilitas 3 pondok peristirahatan yang cukup luas dan MCK untuk pengunjung yang datang.

Pada tahun 2019, perangkat desa Kebun Tinggi bersama tokoh masyarakat dan warga melakukan musyawarah untuk menjadikan air terjun Batu Tilam sebagai objek wisata. Selanjutnya, dengan menggunakan dana desa yang diberikan pemerintah pusat, senilai Rp 500 juta untuk membuka akses jalan menuju air terjun itu dan pembangunan MCK juga pondok peristirahatan bagi pengunjung.

Sementara, Kepala Bidang Pemberdayaan Sumberdaya Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Ridho Ardiansyah ketika ia mendatangi lokasi air terjun Batu Tilam mengatakan, ia sangat mengapresiasi kepada perangkat Desa, tokoh masyarakat dan warga Desa Batu Tilam. Menurutnya Dinas Pariwisata Provinsi Riau akan bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Kampar dan Pemerintah Pusat untuk membangun sektor pariwisata yang ada di Desa Kebun Tinggi.

"Targetnya tahun ini pemerintah kabupaten Kampar, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat melalui anggota Komisi V DPR RI dapil Riau, bapak Syahrul Aidi akan membantu memberikan bantuan infrasutruktur jalan untuk aksesibilitas ke Batu Tilam. Semoga obek wisata ini nantinya akan dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat yang saat ini hanya mengandalkan dari hasil perkebunan karet dan gambir," kata Ridho Ardiansyah ketika berkunjung ke air terjun Batu Tilam.

Untuk menempuh ke lokasi air terjun Batu Tilam dari Ibu kota provinsi Riau, yakni Kota Pekanbaru bisa menuju ke Lipat Kain Kecamatan Kampar kiri, Kabupaten Kampar, waktu tempuhnya sekitar 1 jam 30 menit berkendara menggunakan mobil atau motor. Setelah itu perjalanan dapat dilanjutkan menuju ke Desa Kebun Tinggi.

Waktu yang dapat ditempuh untuk menuju Desa Kebun Tinggi juga bervariasi. Bila musim kemarau bisa dicapai selama 4 jam dalam perjalanan. Namun bila kondisi cuaca di musim hujan, perjalan bisa memakan waktu yang lebih lama, yakni 8 jam hingga 11 jam.

Kondisi jalan yang masih tanah, berlubang dan tanjakan curam menjadi pemandangan ketika menuju ke air terjun Batu Tilam. Hanya mobil dobel gardan dan motor trail atau motor dengan modifikasi khusus yang bisa melewati jalan ini ketika musim hujan. (MCR)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Menitikan Air Mata, Ini Pesan Sri Mulyani ke Staf Kemenkeu
Hari Pertama Idul Fitri 1441 H, Pelabuhan Air Putih dan Sungai Selari Sepi Antrian
PSBB Siak, Bankeu 300 Ribu per KK Dari Provinsi Masih Tahap Pencairan
Tertekan Corona, Lion Air Tunda dan Cicil THR Karyawan
Sudah Tak Wajar, Harga Rumah Terjun Bebas Sampai 30%

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad