Home  / Jagad Unik
Gerhana dan Hujan Meteor yang Akan Terjadi pada 2020
Sabtu, 4 Januari 2020 | 17:23:18
(AFP PHOTO / Patrick HERTZOG)
Hujan meteor, gerhana matahari, dan beragam fenomena lain bakal hiasi langit di 2020
JAKARTA - Masyarakat di seluruh dunia akan disajikan berbagai fenomena alam yang menghiasi langit sepanjang 2020. Mulai dari penampakan Venus, Gerhana Matahari, hingga hujan meteor, bakal terjadi tahun depan.

Berikut rincian fenomena alam yang bisa dilihat dari Indonesia. Namun, waktu pengamatan berikut disesuaikan dengan lokasi Jakarta menggunakan zona waktu Indonesia Barat.

4 Januari: Hujan Meteor Quadrantid

Empat hari memasuki tahun 2020, langit akan menampilkan hujan meteor Quandratid. Hujan meteor Quadrantid bisa menghujani langit hingga 100 meteor per jam. Penduduk di Jakarta juga dapat melihat hujan meteor mulai jam 02.46 WIB hingga fajar pada pukul 05.21 WIB.

18 Februari: Mars Sembunyi Di Belakang Bulan

Ini adalah peristiwa langit yang tidak biasa ini. Bulan akan meluncur di depan Mars. Dalam waktu yang sama, orbit Bulan dan Mars bergerak mendekati i titik paling dekat dengan Bumi. Di Jakarta sendiri, peristiwa ini akan terlihat di langit pada pukul 01.55 WIB hingga 05.46 WIB.

April: Penampakan Venus dari Bumi

Pada awal April, Venus akan menampakkan diri di langit Bumi. Fenomena ini seperti yang telah terjadi pada April 2012 dan akan terjadi pada awal April 2028.

Dengan teleskop, bulan sabit Venus akan menjadi pemandangan bagi masyarakat dengan menampilkan warna putih keemasan. Venus bisa dilihat pada pukul 18.08 WIB hingga 20.40 WIB.

7 April: Bulan Purnama Supermoon 2020

Tanggal 7 April menjadi tanggal di mana Bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi di tahun 2020. Bulan akan berjarak sekitar 356,9 kilometer dari Bumi.

Titik terdekat Bulan Purnama dengan Bumi akan menghasilkan serangkaian besar pasang surut laut tinggi dan rendah. Fenomena alam ini tak akan terlihat di Jakarta.

21 Juni: Gerhana Matahari Cincin

Gerhana matahari pertama di 2020 akan terlihat dari beberapa bagian Afrika, Arab, Pakistan, India utara, Cina selatan, Taiwan, Laut Filipina dan Samudra Pasifik. Namun, gerhana ini tidak terlihat dari Indonesia. Namun, penduduk di Asia, Afrika, dan Australia Utara bisa menyaksikan Gerhana Matahari sebagian.

Meski Bulan akan lewat di depan Matahari, ukuran Bulan tidak akan menutupi Matahari. Akibatnya, Cincin Cahaya Matahari yang sangat tipis akan bersinar di sekitar bayangan Bulan.

21 Juli: Penampakan Saturnus

Saturnus bisa dilihat dengan mata telanjang pada 21 Juli 2020. Saturnus berada di posisi yang berlawanan dengan Matahari. Saturnus, Bumi, dan Matahari menjadi satu garis di mana Bumi berada di tengah.

Pada tanggal ini, Saturnus berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi sehingga membuat Saturnus terlihat besar dan terang dan terbesar. Sehingga menjadi waktu terbaik untuk mengamati Saturnus dari Bumi.

Dari Jakarta, Saturnus bisa mulai diamati pada 18.30 WIB hingga 05.25 WIB.

12 Agustus: Hujan Meteor Perseid

Hujan meteor ini bisa diamati apabila langit malam terlihat jelas. Sebagian besar bintang jatuh ini dapat dikenali sebagai Perseid karena lintasan bintang.

Pengamatan bisa lebih jelas apabila dilakukan pada dini hari ketika langit subuh lebih gelap. Akan tetapi, intensitas hujan meteor akan menurun.

Hujan meteor bisa dilihat sebelum 00.16 WIB dan hingga 05.40 WIB.
Lihat juga: Gerhana Cincin dan Total Akan Kembali ke Indonesia pada 2023

Oktober: Penampakan Mars

Seperti pada 2018, 2020 menjadi tahun yang baik bagi Mars. Planet Merak akan berada di sisi berlawanan dengan Matahari pada 13 Oktober. Mars akan terlihat lebih terang dibandingkan Jupiter.

Dari Jakarta, Mars akan terlihat pada pukul 19.12 WIB. Tingginya tingkat kecerahan Mars pada 29 September dan 28 Oktober akan menggantikan Jupiter sebagai planet paling terang kedua. Mars akan menjadi objek paling terang ketiga di langit malam hari setelah Bulan dan Venus.

16-17 November: Hujan Meteor Leonid

Hujan meteor Leonid pada puncaknya akan menampilkan 15 meteor per jam dengan kondisi langit tanpa terang Bulan yang berlebihan dan tanpa banyaknya awan.

Hujan meteor bisa diamati pada pukul 00.23 WIB hingga fajar menyingsing sekitar pukul 05.04 WIB
Lihat juga: Penyebab Gerhana Matahari Cincin Tak Mampir ke Jabodetabek

13-14 Desember: Hujan Meteor Geminid

Puncak Hujan Meteor Geminid akan terjadi pada 14 Desember. Pada 14 Desember langit bumi akan dihujani 60 hingga 120 meteor per jam.

Langit akan terlihat jelas sehingga meteor bisa terlihat dengan jelas. Berbeda dengan 2019 ketika Bulan Purnama menjadi objek yang terang sehingga mengganggu visibilitas meteor.

Hujan meteor bisa terlihat di Jakarta pada pukul 19.59 WIB dan tetap bisa dilihat hingga pukul 05.09 WIB.

14 Desember: Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari kedua terjadi pada 14 Desember. Berbeda dengan Gerhana Matahari jenis Cincin pada Juni, kali ini penduduk akan disajikan dengan Gerhana Matahari Total. Fenomena ini tak dapat dilihat di Indonesia.

Gerhana Matahari Total hanya bisa terlihat di beberapa bagian di selatan Chili dan selatan Argentina. Gerhana Matahari sebagian akan terlihat di sebagian besar Amerika Selatan bagian selatan, Samudra Pasifik tenggara dan Samudra Atlantik selatan. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Partai Golkar Resmi Usung Pasangan Arif-Sujarwo di Pilkada Siak
Ahli Komentari Asap Rokok dan Penularan Corona via Udara
Rekor Liverpool di Anfield Rusak, Gagal Menang Usai 527 Hari
Jadi Pemain Terbaik Liga Inggris Edisi Juni, Bruno Fernandes Samai Prestasi Ronaldo
Bank Harus Kembalikan Dana LPS Setelah 6 Bulan Disuntik

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter