Home  / Jagad Unik
Puncak Gerhana Matahari Cincin Terjadi di Siak dan Singkawang
Kamis, 26 Desember 2019 | 13:06:42
(CNN Indonesia TV).
Gerhana matahari cincin terjadi di Siak, Riau.
JAKARTA - Puncak Gerhana Matahari Cincin (GMC) di Siak, Riau terjadi pukul 12.17 WIB, menyusul Singkawang Kalimantan pukul 12.43 WIB. Saat itu Bulan menutupi matahari dan menyisakan pinggiran bulan.

GMC terjadi ketika Bulan berada pada titik yang lebih jauh dari Bumi. Meski berada segaris dengan Matahari dan Bumi, namun menghasilkan piringan yang lebih kecil dan tidak menghalangi seluruh cahaya Matahari.

"Ini puncak dari Gerhana Matahari Cincin di Siak," kata Ahli Astronomi Gabriel Iwan Prasetyo dikutip dari CNNIndonesia TV, Kamis (26/12).

Menurut Gabriel, saat itu Matahari dan Bulan dalam posisi sejajar dan Bulan berada tepat di tengah-tengah Matahari.

"Ini situasi terbaik di Siak dan cuaca mendukung. Lokasi pemilihan dari pengamatan saya pikir sangat sempurna," ucap Gabriel.

Dijelaskan fenomena alam Gerhana Matahari Cincin 26 Desemer 2019 di Siak, Riau berlangsung sekitar 3 menit.

"Durasi sekitar 3 menit, dan ini bukan yang terlama, karena pada 1983 [terjadi di Indonesia] sampai 7 menit," ucapnya.

Terjadi perbedaan durasi Gerhana Matahari Cincin di beberapa wilayah di Sumatera, seperti Batam, dan Riau.

1. Fase awal
Pada fase awal GMC di Batam, tahap parsial awal akan terjadi sekitar pukul 10.27 WIB.

2. Pertama muncul gerhana
Sedangkan munculnya gerhana cincin awal akan terlihat pukul 12.22 WIB dan mencapai puncak pukul 12.24 WIB. Cincin akan mulai memasuki tahap akhir pukul 12.25 dan tahap parsial akhir terjadi pukul 14.18 WIB.

3. Tahap parsial
Sementara pengamatan GMS di Planetarium Jakarta, tahap parsial awal terjadi pukul 10.42 WIB. Puncak GMS diperkirakan muncul pukul 12.36 WIB dan berakhir pukul 14.23 WIB.

Total durasi GMC di Batam berlangsung selama 3 jam 51 menit, fase munculnya cincin api 3 menit 15 detik, dan total durasi GMS di Jakarta sekitar 3 jam 40 menit.

Selain itu Widya menuliskan prakiraan cuaca wilayah Batam berdasarkan hasil statistik persentase tingkat awan di sepanjang garis tengah jalur GMC, dinilai cukup baik untuk mengamati fenomena GMC.

Untuk kegiatan peneropongan GMS di Planetarium Jakarta akan disesuaikan dengan kondisi cuaca di Jabodetabek. Jika cuaca mendung dan hujan, maka kegiatan dibatalkan. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pohon Bertenaga Matahari di Bandung, Bisa Buat Cas Ponsel
Gerhana dan Hujan Meteor yang Akan Terjadi pada 2020
Indahnya Penampakan Gerhana Matahari di Arab Saudi
Masuki Fase Penuh, Wagubri dan Bupati Siak Salat Gerhana
Mitos Gerhana Matahari: Dimakan Iblis sampai Hubungan Seks

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad