UCAPAN RAMADHAN RIAUEDITOR
Home  / Iptek
Asteroid Raksasa akan Lintasi Bumi pada 22 Maret
Kamis, 25 Februari 2021 | 09:34:56
Ilustrasi 3D asteroid terbang melewatiBumi. Foto/Aleksandra Sova/Shutterstock/Space.com
JAKARTA - Sebuah asteroid selebar Jembatan Golden Gate akan meluncur melewati Bumi bulan depan. Meskipun asteroid ini akan menjadi yang terbesar dan tercepat terbang ke arah planet kita tahun ini, tidak ada alasan untuk panik. Baca juga: 
Asteroid Besar dengan Kecepatan 123.887 Km/Jam sedang Menuju Bumi

Dikutip dari laman sindonews.com, batuan luar angkasa yang secara resmi disebut 231937 (2001 FO32) ini memiliki diameter sekitar 0,5 hingga 1 mil (0,8 hingga 1,7 kilometer). Asteroid akan berada dalam jarak 1,25 juta mil (2 juta kilometer) dari Bumi pada pukul 11.03 pagi EST (16.03 GMT) di tanggal 21 Maret. Jaraknya cukup dekat dan cukup besar untuk diklasifikasikan sebagai "berpotensi berbahaya, menurut database yang diterbitkan oleh Jet Propulsion Laboratory NASA.

Sebuah asteroid ditetapkan sebagai "berpotensi berbahaya" ketika orbitnya berpotongan dengan Bumi pada jarak tidak lebih dari sekitar 4,65 juta mil (7,5 juta km) dan diameternya lebih besar dari 500 kaki (140 meter), menurut Pusat NASA untuk Studi Objek Dekat-Bumi (CNEOS).

Space.com melaporkan, asteroid kecil lewat antara Bumi dan bulan beberapa kali dalam sebulan. "Fragmennya masuk dan pecah di atmosfer Bumi hampir setiap hari," kata Kantor Koordinasi Pertahanan Planet (PDCO) NASA.

EarthSky menyebutkan, teleskop di New Mexico yang merupakan bagian dari program Lincoln Near-Earth Asteroid Research (LINEAR) -program Laboratorium MIT Lincoln yang didanai oleh Angkatan Udara AS dan NASA- mendeteksi asteroid pada tanggal 23 Maret 2001. Observatorium telah memantaunya sejak penemuan itu.

Para ilmuwan menggunakan pengamatan ini untuk menghitung orbit asteroid dan menentukan seberapa dekat batu antariksa itu akan datang ke Bumi saat melesat dengan kecepatan hampir 123.887 atau 124.000 km/jam.

Tidak ada asteroid yang diketahui menimbulkan risiko signifikan bagi Bumi selama 100 tahun ke depan. Ancaman terbesar yang diketahui saat ini adalah asteroid yang disebut (410777) 2009 FD, yang memiliki peluang 1 dari 714 (kurang dari 0,2%) untuk menghantam Bumi pada 2185, menurut PDCO NASA.

NASA sedang mempelajari metode untuk membelokkan asteroid yang akhirnya bertabrakan dengan Bumi. Misalnya dengan menggunakan gravitasi pesawat ruang angkasa untuk perlahan-lahan menarik asteroid dari lintasannya ke jarak yang aman.

Jika Anda memiliki teleskop dengan bukaan minimal 8 inci (20 sentimeter), Anda mungkin dapat melihat batuan antariksa yang bergerak cepat ini. Untuk melihat sekilas di AS bagian selatan, arahkan teleskop ke tenggara di antara konstelasi Sagitarius dan Corona Australis pada pukul 04.45 EST pada 20 Maret.

(sindonews.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kapal Kontainer Raksasa Mogok di Kanal Suez, Blokir Jalur Perdagangan Tersibuk di Dunia
`Takkan Melayu Hilang di Bumi` Dampak Globalisasi Menggerus Budaya Lokal
Studi: Bumi Capai Suhu Paling Panas Sejak 12 Ribu Tahun Terakhir
Pertamina Tambah Hadiah Kompetisi Sobat Bumi hingga Rp 1 M
Studi Temukan Asteroid yang Bisa Ungkap Rahasia Inti Bumi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter