Home  / Iptek
Guru Besar Unpad Jelaskan Singkat Cara Kerja Vaksin
Rabu, 28 Oktober 2020 | 22:47:56
(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Simulasi injeksi vaksin virus corona.
JAKARTA - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (UNPAD) Cissy Rachiana Sudjana memaparkan cara kerja vaksin virus corona (Covid-19) setelah berhasil disuntikkan ke tubuh seseorang.

Inti sel vaksin dikatakan bakal membuat tubuh merespons dengan ingatan baru. Artinya, tubuh akan mengingat bagaimana rasa dan kerja vaksin sehingga ke depannya ketika tubuh menghadapi virus yang serupa akan dilawan dengan antibodi yang telah berhasil dibangun.

"Setelah vaksinasi, timbul respons imun tubuh untuk menghasilkan sel memori dan menghasilkan antibodi. Perlu waktu untuk timbulnya kekebalan itu," kata Cissy dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube FMB9ID_IKP, Selasa (27/10).

Cissy juga menjelaskan setiap jenis vaksin yang diberikan kepada tubuh akan memiliki karakteristik dan menghasilkan antibodi yang berbeda. Misalnya seseorang disuntik vaksin Covid-19 maka antibodinya hanya akan merespons virus Covid-19 dan bukan virus baru yang lain.

Setelah proses vaksinasi selesai, respons tubuh itu dinamakan imunisasi.

Pemberian kekebalan tubuh untuk melawan virus yang sudah dikenali ini menurut Cissy manjur memberantas dan menghilangkan penyakit dari dunia, seperti cacar, difteri, hingga polio.

"Setelah kita disuntik vaksin atau mendapat vaksin, badan akan dirangsang dan terjadi respons imunologi," kata dia.

Kemudian bila proses vaksinasi dan imunisasi berhasil, maka dalam sebuah kelompok akan tercipta herd immunity atau kekebalan kelompok. Imunitas kolektif ini terbentuk secara bertahap dan tidak instan.

"Dan telah terbukti pemberian vaksin melalui program imunisasi dengan cakupan tinggi untuk menghasilkan herd immunity," jelas Cissy.

Pemerintah sudah mengambil langkah untuk menangani pandemi, yakni dengan mengeluarkan Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan vaksin Covid-19 dan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Pemerintah sekaligus mengklaim vaksin yang dibeli Indonesia dari beberapa negara akan datang bulan depan, yang meliputi Cansino, G42 atau Sinopharm, dan Sinovac.

Dari ketiga kandidat vaksin itu, rinciannya, Cansino menyanggupi 100 ribu vaksin (single dose) pada November dan sekitar 15-20 juta pada 2021.

Kemudian, Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 juta dosis mulai datang pada November. Sementara itu, Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Anggota DPRD Kota Pekanbaru Zulfahmi SE Sosialisasi Perda Penempatan Tenaga Kerja Lokal
BPOM Belum Bisa Beri Izin EUA Vaksin COVID-19, Rencana Vaksinasi Desember 2020 Dipastikan Mundur
Polri: Seluruh Kapolda Telah Diminta Bubarkan Acara Kerumunan
Sri Mulyani Alokasikan Rp34 T untuk Pengadaan Vaksin Corona
Pemerintah Target Vaksin Covid-19 Gratis ke 60 Juta Penduduk

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter