Home  / Iptek
FGD Masyarakat Tapung, Rancang Visi Misi Tapung Maju Tahun 2045
Minggu, 18 Oktober 2020 | 19:24:51
raf/riaueditor.com
TAPUNG - Silahturahmi dan diskusi masyarakat Tapung dalam format Forum Group  Discussion (FGD) yang ditaja Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) diikuti para tokoh yang mewakili beberapa komponen berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan di Pekanbaru. 

Hadir diantaranya Bupati Kampar diwakili DR Aliman Makmur Kepala DLH Kampar, unsur Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Sungai Tapung dihadiri oleh Ir. Nasrun Efendi MT, Hasran Mukhtar, Khaidir Majo Indo, Niskal Firdaus, Drs. Jahran, Unsur Lembaga Adat Kenegerian Melayu Tapung Zulfahmi, Syarkawi, Zulkifli, Nurbay Yus, dari Anggota DPRD  Riau H Sahidin, Anggota DPRD Kampar Pak Warid dan Jasnita, serta dari unsur Cerdik Pandai dan Ulama ada Buya Alaidin Aidarus, Buya Muhibul Tibri serta Buya Fatuddin Ja`far, DR Erizal Abdullah via Zoom meeting dari Jakarta dan Kabupatrn Anambas DR Haswir, DR A Zikri, unsur Perwakilan Kepala Desa, unsur BPD, Pengurus IKST, serta Unsur Pemuda dan Mahasiswa.

Dalam sambutannya, Bupati Kampar mengingatkan agar selalu menjaga dan menerapkan protokol Covid-19 dimana pun berada.

Bupati Kampar sangat mengapresiasi kegiatan FGD yang ditaja oleh IKST sehingga nantinya diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi pembangunan Kabupaten Kampar ke depan. "IKST ini merupakan salah satu organisasi yang dapat memajukan Kabupaten Kampar ke depan. Oleh karenanya saya mengharapkan diskusi nanti dapat menghasilkan rekomendasi pembangunan dan disampaikan kepada kami sehingga dapat pula dituangkan dalam dokumen perencanaan Kabupaten Kampar yang transparan dan akuntabel", ujarnya.

Ketua IKST, H Sapaat SE,MBA menyampaikan FGD ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh IKST sebagai upaya menampung dan menyalurkan aspirasi serta pokok-pokok pikiran yang dihasilkan melalui FGD ini. Dengan bertemunya para tokoh Tapung dalam satu agenda, akan membuat ide-ide dan saran lebih dihasilkan secara efektif.

Selain itu, Ketua IKST juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah Provinsi Riau terkait dipotongnya anggaran infrastruktur jalan provinsi di 2020 ini  "Dari 17 Miliar anggaran Provinsi untuk jalan provinsi yang ada di wilayah Tapung itu dipotong Rp. 10 Miliar, tinggallah Rp. 7 Miliar", ungkapnya.

Masukan dari Diskusi akan dirumuskan oleh Tim Perumus dalam waktu dekat guna menuju/ mendevelop Visi Misi Tapung 2045.

Beberapa Aspek dikupas dan didiskusikan antara lain;

- Aspek Pengembangan Ekonomi Rakyat, Membangun Industri Kecil Kreatif berdasarkan kearifan lokal.

- Aspek Pengembangan Kwalitas  Pendidikan di segala lini. Baik utk yg sekarang maupun Pengkaderan SDM utk masa yg akan dtg.

- Aspek pengembangan Infrastruktur.

- Aspek Penguatan Adat Istiadat Tapung dan Hak Ulayat.

- Aspek percepatan pembangunan dari sisi pengembangan Desa dan Kecamatan.

- Aspek Tata Kelola Konflik Pertanahan -  Tata Kelola Perkebunan.

- Aspek Penjagaan Masyarakat dari sisi peningkatan Keamanan, pemberantasan Pekat serta  Narkoba.

- Aspek Tata Kelola Tata Ruang Daerah Tapung  utk Industri, Perkebunan, sektor usaha lainnya.

- Aspek Tata Kelola Lingkungan, Limbah Industri / Pabrik.

- Pengaturan Tata Kelola Daerah Tangkapan Ikan di Sungai, Pencemaran Air Sungai.
Dll.

"Kita menunggu tim perumus bekerja, dan hasil Tim Perumus akan dikupas lagi dan diperkaya dalam FGD Sesi II pada 3 bulan yang akan datang," tutup Panitia M. Rifky dan Dinil Mustopa.(rls)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Babinkum TNI Gelar FGD Implementasi HAM dan Hukum Humaniter
Kapusjianstra TNI Buka FGD Pemperdayaan Prajurit TNI Yang Disabel
Gelar Sosialisasi dan FGD Standarisasi Layanan Pemasyarakatan
Kapusjianstra TNI Buka FGD Penyiapan Postur TNI di Kalimantan Timur
Wagubri Hadiri Focus Group Discussion Integrasi Sawit Sapi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter