Home  / Iptek
Fenomena Langit Agustus 2020 yang Bisa Dilihat Mata Telanjang
Jumat, 31 Juli 2020 | 17:38:05
(Vincentiu Solomon)
Ilustrasi fenomena langit.
JAKARTA - Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) menyampaikan sejumlah fenomena astronomi akan berlangsung pada bulan Agustus 2020. Hampir seluruh fenomena itu dapat disaksikan langsung tanpa alat bantu.

3 Agustus, Bulan Purnama
Bosscha mengatakan Bulan akan berada pada fase penuhnya atau purnama pada 3 Agustus 2020. Pada fase itu, Bulan terletak hampir tepat berlawanan dengan Matahari di langit sehingga posisinya akan hampir selalu berada di horizon pada langit malam.

Bulan akan terlihat di arah Rasi Capricorn dengan kecerlangan 99 persen.

11-12 Agustus, Bulan Kuartir Akhir
Bosscha menyampaikan Bulan kuartir akhir adalah fase Bulan ketika sedang berada pada orbitnya mengelilingi Bumi. Pada fase itu, Bulan akan tampak seperti setengah lingkaran dengan iluminasi 49 persen.

Dari Bandung, Bosscha menyebut Bulan akan mulai terbit pada pukul 23.54 WIB dan mencapai titik tertingginya pada pukul 05.06 WIB sebelum akhirnya tenggelam pada pukul 11.03 WIB. Bulan akan terletak pada arah Rasi Aries.

"Fenomena itu dapat dilihat oleh mata telanjang, namun akan lebih baik apabila menggunakan bantuan teleskop kecil atau binokuler karena pada fase ini detil permukaan bulan dapat mudah diamati akibat dari adanya perbedaan terang dan gelap pada permukaannya," kutip Bosscha.

12 Agustus, Puncak Hujan Meteor Perseid
Bosscha mengumumkan hujan meteor Perseid berlangsung mulai tanggal 17 Juli hingga 24 Agustus. Namun akan mencapai puncaknya pada tanggal 12 Agustus 2020.

Saat puncak, hujan meteor akan muncul pada ketinggian 26 derajat di atas horizon dan diperkirakan akan terlihat 65 meteor per jamnya. Hujan meteor ini akan tampak dari arah rasi Perseus.

Bosscha menyampaikan pengamatan hujan meteor Perseid tidak diperlukan alat bantu apapun. Namun sangat diperlukan kondisi langit yang bebas akan polusi cahaya.

18 Agustus, Puncak Hujan Meteor Kappa-Cygnid
Hujan meteor Kappa-Cygnid dikabarkan akan mencapai puncaknya pada tanggal 17 Agustus 2020. Hujan meteor itu berlangsung mulai tanggal 3 hingga 25 Agustus 2020.

Hujan meteor ini akan tampak dari arah rasi Draco dengan jumlah 1 meteor per jam pada puncaknya.  

Seperti Perseid, pengamatan hujan meteor itu tidak diperlukan alat bantu apapun namun sangat diperlukan kondisi langit yang bebas akan polusi cahaya.

26 Agustus, Bulan Kuartir Awal
Bosscha mengumumkan Bulan kuartir awal sering disebut bulan setengah. Pada fase itu,  bulan akan terbit ketika tengah hari dan mencapai posisi tertinggi saat matahari terbenam.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Personil Polsubsektor Pelalawan Cegah Covid-19 Dengan Rutinkan Ops Yustisi
Polsek Pangkalan Kuras Berantas Covid-19 Dengan Lakukan Operasi Yustisi
Kapolsek Bandar Sei Kijang Berkordinasi Dengan Puskesmas Terkait Perkembangan Covid-19
Kapolsek Ukui Silaturahmi Dengan Pendiri dan Pimpinan Ponpes Darurahman
Penggunaan BBM Ron Rendah Dinilai Tak Sesuai dengan Kebijakan Paris Agreement

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter