Home  / Iptek
Bio Farma Respons Isu RI Jadi Kelinci Percobaan Vaksin China
Kamis, 30 Juli 2020 | 00:30:07
(AFP/NICOLAS ASFOURI)
Ilustrasi vaksin virus corona asal China.
JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) menjawab isu yang tengah berkembang di masyarakat terkait mengapa pihaknya mau melakukan uji klinis vaksin virus corona Sinovac asal China dan menjadikan Indonesia sebagai kelinci percobaan vaksin Covid-19 tersebut.

Menurut Kepala Divsi Surveilans dan Uji Klinik Biofarma, Novilia Sjafri Bachtiar beralasan bahwa pihaknya ingin mempercepat proses pengembangan vaksin Covid-19.

"Kenapa sih harus uji klinis di Indonesia, kenapa kita dijadikan kelinci percobaan? Padahal sebenarnya mempercepat proses kita terhadap pengembangan vaksin tersebut," kata Novilia saat acara Inovasi Indonesia dalam Menghadapi Pandemi secara virtual, Rabu (29/7).

Lebih lanjut uji coba yang dilakukan Bio Farma itu pun ingin memastikan apakah vaksin yang mereka beli itu, terbukti aman diberikan kepada orang Indonesia.

"Jadi kita mesti yakin apakah benar vaksin yang kita beli ini benar-benar aman diberikan kepada orang Indonesia," pungkasnya.

Menyoal uji klinis vaksin Sinovac dari China, Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi perguruan tinggi satu-satunya yang ditunjuk PT Bio Farma sebagai pelaksana uji klinis vaksin virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Vaksin yang dikembangkan perusahaan Sinovac, China, ini rencananya akan dilakukan uji klinis pada awal Agustus 2020.

Saat ini, rencana kerja penelitian tengah menunggu persetujuan dari Komite Etik Penelitian Unpad. Rencananya, sebanyak 1.620 relawan di Kota Bandung akan menjadi subyek pengujian vaksin.

Pada tahap preklinis, antigen vaksin diperiksa kestabilannya, baik secara fisik maupun kimia. Hasilnya, vaksin tersebut secara fisik dan kimia sudah stabil. Vaksin Covid-19 juga sudah diujicobakan kepada hewan. Hasil pengujian menunjukkan vaksin yang disuntikkan ke hewan tetap aman dan membentuk zat anti.

Setelah dinyatakan aman dan bekerja pada hewan, vaksin kemudian diujicobakan ke manusia.

Sebelumnya, ada empat kerja sama yang terjalin mulai tahun ini. Pertama, kerja sama antara PT Bio Farma melalui holding BUMN farmasi dengan Sinovac Biotech Ltd dari China.

Kedua, kerja sama antara PT Kalbe Farma dengan Genexine Consortium Korea Selatan. Uji klinis tahap pertama sudah dilangsungkan keduanya di Korea Selatan pada Juni 2020.

Ketiga, Bio Farma dengan Koalisi untuk Inovasi Persiapan Epidemi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovation/CEPI), sebuah kerja sama antar pemerintah dan swasta di tingkat global yang berbasis di Norwegia.

Bentuk kerja sama ini berupa transfer teknologi formulasi vaksin yang telah dikembangkan oleh CEPI ke Bio Farma. Targetnya, Bio Farma bisa menjadi satu dari daftar 10 perusahaan yang bisa memproduksi vaksin CEPI di masa mendatang.

Keempat, kerja sama antara PT BCHT Bioteknologi Indonesia dengan China Sinopharm International Corporation (Wuhan Institute of Biological Product). Kerja sama ini berupa uji klinik tahap pertama dan kedua di RS Rujukan Covid-19 dan sudah dimulai di China sejak April 2020.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Personil Polsek Tanah Putih Menerima Arahan Pimpinan Tentang Netralitas Polri Dalam Pilkada
Hari Ini Pasien Sembuh di Riau Bertambah 206 Jadi 16.775 Orang
Wagubri Kukuhkan TPAKD Kabupaten Kota se-Provinsi Riau
Wagubri Serahkan PGRI Award untuk Guru Guru Berprestasi
Kasum TNI: Jaga Soliditas TNI-Polri, Pemda dan Masyarakat

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter