Home  / Iptek
Waspada! Ini Modus Penipuan Baru via Pembajakan Akun WhatsApp
Minggu, 28 Juni 2020 | 15:05:00
Foto: REUTERS/Dado Ruvic
JAKARTA - Departemen Kejahatan Siber Kepolisian New Delhi memperingatkan kepada para pengguna WhatsApp agar waspada terhadap jenis penipuan baru berupa pembajakan akun WhatsApp.

Penipuan ini dilakukan dengan cara mengambil akun WhatsApp orang lain dan digunakan untuk berkomunikasi dengan teman dan anggota keluarga untuk melakukan transaksi keuangan.

Mengutip The Hans India, Minggu (28/6/2020), Kepolisian New Delhi mengatakan dalam cuitan di Twitter bahwa scammers akan mengunci para pengguna dengan otentifikasi dua fitur yang dimiliki WhatsApp.

Berikut sejumlah hal yang perlu Anda ketahui tentang penipuan ini :

1. Scammers menyamar sebagai teknisi WhatsApp dan mendapatkan PIN verifikasi dari korban. Kepolisian Delhi menjelaskan scammers mendapatkan PIN dari target menggunakan akun palsu dengan logo resmi WhatsApp sebagai gambar untuk membuat korban percaya bahwa itu adalah akun resmi teknisi WhatsApp.

2. Mengirim pesan kepada korban untuk memverifikasi WhatsApp, dan scammer kemudian mengirim pesan untuk meminta membagikan PIN verifikasi enam digit untuk memverifikasi identitas mereka.

3. Scammer akan langsung masuk ke akun WhatsApp korban. "Target mudah diakali melihat pesan yang berasal dari akun yang muncul sebagai akun tim resmi. Pada kenyatannya, penyerang mencoba masuk dari perangkatnya ke akun pengguna WhatsApp untuk membajak akun," tulis Kepolisian New Delhi.

4. Saat verifikasi PIN dibagikan, akun WhatsApp akan menjadi korban pembajakan. "Penyerang kemudian dapat memanfaatkan akses mereka ke akun yang dibajak untuk selanjutnya mengirim pesan penipuan ke teman dan keluarga untuk meminta uang," kata Polisi Delhi.

5. Aktifkan dua langkah verifikasi untuk WhatsApp dan aplikasi lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan akun Anda dan apabila scammer mendapatkan akses ke kode verifikasi, masih ada kata sandi lain yang diperlukan.

6. Perwakilan WhatsApp maupun aplikasi media sosial lainnya tidak pernah meminta PIN verifikasi. Sehingga, jangan pernah membalas pesan yang meminta PIN atau informasi pribadi sensitif lainnya.

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Dana Nyangkut Rp 14 T, Bagaimana Nasib Nasabah KSP Indosurya?
Yusuf Mansur Respons Gugatan Penipuan: Saya Enggak Akan Lari
Berawal dari Kenalan di Medsos, Begini Modus Guru Lecehkan Murid di Bandung
Modus Baru Perampokan Minimarket di Kembangan Jakarta Barat
Modus Busuk Terungkap! 10 Juta Rokok Ilegal Thailand Disikat

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter