Home  / Iptek
Unair, BIN dan Gugus Tugas Covid-19 Temukan Kombinasi Obat untuk Covid-19
Jumat, 12 Juni 2020 | 20:25:24
(Foto: Ist)
Virus corona (Covid-19).
JAKARTA - Kombinasi obat-obatan yang berpotensi dapat membantu penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) ditemukan. Penemuan itu, merupakan hasil kerja sama Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem-Cell Universitas Airlangga (Unair) dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19.

Sekretaris Utama (Sestama) BIN, Komjen Pol. Bambang Sunarwibowo menyampaikan dalam rangka ikut membantu memutus mata rantai penularan Covid-19, BIN bekerja sama dengan semua pihak, baik lembaga penelitian dan rumah sakit menemukan obat terkait virus corona.

"Kami bekerja sama dalam hal ini dengan pihak Unair, melakukan riset antara lain yang kita lakukan saat ini, alhamdulillah pada minggu lalu sudah ditemukan efektifitas kombinasi obat dari obat yang sudah beredar, bagaimana efektifnya penyembuhan kepada pasien Covid-19 ini," kata Bambang, dalam jumpa persnya, di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Ketua Peneliti dan Pengembangan Stem-Cell Unair, Purwati menyampaikan
regimen kombinasi obat-obatan yang diteliti berasal dari yang sudah beredar di pasaran. Kemudian, tim langsung meneliti potensi dan efektifitas obat tersebut.

"Indikasinya lebih luas menjadi obat untuk mempunyai efek sebagai antiviral dari SARS CoV2 (Severe Acute Respiratory Syndrome coronavirus 2) dengan penanganan Covid-19 yang berbasis dari virus yang berada di Indonesia," ujar Purwati.

Penelitian tersebut, melalui serangkai proses. Pertama, dia mengungkapkan, mengecek obat yang mau dipakai itu mengandung racun (toxic) atau tidak bagi tubuh. Kedua, mengecek atau meneliti potensi obat tersebut untuk membunuh atau daya killing virus corona.

Pada tahap ketiga, Purwati menuturkan, peneliti mengecek sampai seberapa lama efektivitas obat tersebut. Kemudian, juga mengecek beberapa faktor inflamasi dan anti-inflamasi.

"Dari penelitian ini, dari 14 regimen obat yang kita teliti, akhirnya kita mendapatkan 5 kombinasi regimen obat yang memunyai potensi dan efektifitas yang cukup bagus untuk menghambat virus itu masuk ke dalam sell target dan juga untuk menghambat atau menurunkan perkembangbiakan daripada virus itu di Cell," tutur.

"Hal ini kita ikuti mulai bertahap, mulai dari 24 jam, 48 jam, dan 72 jam maka virus tersebut dari yang jumlahnya ratusan ribu maka di sini menjadi un-detected," kata Purwati.

(iNews.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 413 Kostrad Berikan Pengobatan Gratis dan Kelambu Disinfektan
Anji dan Hadi Pranoto Dipolisikan Terkait Obat Corona
Rusia Klaim Rampungkan Uji Klinis Vaksin Covid-19, Dokter Jadi Prioritas
Kesaksian Korban Fetish Jarik yang Dibungkus Gilang Langsung
IDI Buka Suara soal Klaim Penemu Obat Covid di Youtube Anji

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter