Home  / Iptek
Apa Itu Ventilator, Alkes Corona yang Paling Dicari di Dunia
Rabu, 8 April 2020 | 18:06:52
(Istock/sturti)
Foto: Ventilator Pernapasan.
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengakui bahwa kebutuhan ventilator di berbagai fasilitas rumah sakit belum terpenuhi. Saat ini pihaknya terus berupaya memenuhi alat bantu pernapasan tersebut.

Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin bahkan dipercaya mendapat tugas untuk mencari di berbagai sumber yang bersedia menjual ventilator sampai ke ujung dunia.

"Saya ditugasin sama Pak Menteri cari ventilator ke ujung dunia, termasuk Elon Musk nge-tweet kita kejar juga. Realistisnya kebutuhan Amerika buat ventilator itu besar sekali sedangkan yang bisa kasih itu cuma China dan Rusia. Tapi karena tugas dari Pak Menteri saya tetap disuruh cari di luar negeri," kata Budi, pada konferensi pers, (7/4/2020).

Lantas apa itu dan seberapa penting ventilator yang sedang dicari oleh Kementerian BUMN ini?

Secara sederhana, Ventilator adalah sebuah mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan seseorang. Melalui alat ini, pasien yang sulit bernapas akan dibantu untuk mendapatkan udara dan bernapas seperti orang normal.

Virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan COVID-19, diketahui menyerang saluran udara dan mengganggu fungsi normal sel-sel pada paru-paru. Saat pasien sakit kritis dan kesulitan untuk bernapas, maka ventilator mempunyai peran penting untuk membantu pasien bernapas, seperti dikutip dari Medical Daily, (8/4/2020).

Dikutip dari BBC International, (8/4/2020), menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 80 persen penderita virus Corona (Covid-19), bisa sembuh tanpa tanpa membutuhkan penanganan khusus. Namun, 1 dari 6 orang mengalami sakit serius dan kesulitan bernapas.

Dalam kasus yang parah ini, virus menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Sistem kekebalan tubuh mendeteksi hal ini dan memperluas pembuluh darah sehingga lebih banyak sel imunitas yang masuk.

Namun, hal itu justru bisa menyebabkan cairan masuk ke paru-paru, membuatnya lebih sulit untuk bernapas, dan menyebabkan kadar oksigen dalam tubuh menurun untuk meringankannya, maka dari itu mesin ventilator dipakai untuk mendorong udara dengan peningkatan kadar oksigen ke paru-paru. 

Ventilator juga punya pelembab udara, yang memodifikasi panas dan kelembaban udara medis sehingga cocok dengan suhu tubuh pasien. Selanjutnya, pasien akan diberikan obat untuk mengendurkan otot-otot pernapasan sehingga pernapasan mereka bisa sepenuhnya diatur oleh mesin.

Sedangkan, untuk orang dengan gejala yang lebih ringan bisa diberikan alat bantu pernapasan atau ventilasi "non-invasif' berupa sungkup muka, masker hidung atau corong mulut yang memungkinkan udara bertekanan atau campuran gas didorong ke dalam paru-paru.

Dokter Shondipon Laha dari Intensive Care Society mengatakan mengatakan bahwa sebagian besar pasien dengan virus corona tidak perlu ventilator mekanik dan bisa dirawat di rumah atau dengan oksigen tambahan.

Walau ventilator merupakan alat atau satu-satunya cara untuk memasukkan oksigen ke pasien. Menurutnya, ada risiko dalam penggunaan ventilator mekanik dan pemasangannya sendiri tidak mudah. "Ventilator adalah alat yang kompleks - benda ini bisa membuat pasien trauma bila tidak dipasang dengan benar," katanya.

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
KPK Luncurkan Fitur JAGA Bansos
Plh. Bupati Bengkalis Pimpin Rapat Persiapan Bengkalis Menuju New Normal
Gubri Ingin Masjid Raya Annur Jadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan
Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19, Babinsa Koramil 06/SH Berikan Himbauan Ke SBSI
Babinsa Koramil 04/Pkl Kuras Hadiri Rapat Evaluasi Perangkat Desa Pesaguan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad