Home  / Iptek
5 Penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia, Nomor 5 Kamu Pasti Suka!
Rabu, 2 Oktober 2019 | 18:42:40
(Foto: Pixabay)
Penemuan ilmuwan muslim
ISLAM memainkan peran penting dalam perkembangan ilmu sains di dunia. Ada banyak sekali penemuan-penemuan penting yang berhasil dikembangkan oleh ilmuwan muslim sejak berabad-abad silam. Bahkan beberapa di antaranya masih relevan hingga sekarang.

Tak pelak bila banyak kritikus yang mengklaim bahwa kemajuan peradaban manusia saat ini tidak terlepas dari kontribusi para ilmuwan muslim. Lantas, apa saja penemuan-penemuan hebat ilmuwan muslim yang berhasil mengubah dunia? Berikut beberapa di antaranya, seperti dilansir Okezone dari About Islam, Rabu (2/10/2019).

1. Kopi


Lebih dari 1,6 miliar cangkir kopi dikonsumsi setiap hari di seluruh dunia. Namun masih banyak yang belum mengetahui bahwa asal usul kopi berkaitan erat dengan sejarah Islam. Menurut para ilmuwan, kopi telah ditemukan pada abad ke-14 di Yaman dan Semenanjung Arab. Minuman ini pertama kali dipopulerkan oleh seorang gembala (ada yang mengatakan dari Yaman ada pula yang mengatakan dari Ethiopia) yang menyadari bahwa kambing-kambingnya menjadi sangat energik dan bersemangat ketika memakan biji kopi.

Ia kemudian berinisiatif untuk mencobanya sendiri, dan ternyata hasilnya benar-benar sangat luar biasa. Seiring berjalannya waktu, biji kopi mulai diolah melalui sejumlah proses perendaman, pemanggangan (roasting), hingga fermentasi untuk meningkatkan kadar asamnya.

Belum diketahui secara pasti apakah kisah gembala ini benar-benar terjadi atau tidak, sejarah mencatat bahwa kopi memang telah ditemukan di dataran tinggi Yaman hingga ke daerah kekaisaran Ottoman Turki pada abad ke-15.

2. Aljabar


Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata 'Aljabar'? Sebagian orang pasti akan teringat dengan pelajaran matematika saat masih duduk di bangku sekolah. Ya, aljabar merupakan salah satu cabang matematika yang mempelajari tentang pemecahan masalah menggunakan simbol. Namun tahukah Anda? Aljabar rupanya dikembangkan oleh ilmuwan besar dan ahli matematika Islam bernama Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi.

Dalam bukunya yang berjudul Al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala, ia mengemukakan prinsip dasar persamaan aljabar. Nama buku itu sendiri mengandung kata 'al-jabr' yang berarti penyelesaian. Dalam buku itu, al-Khawarizmi menjelaskan bagaimana menggunakan persamaan aljabar dengan variabel tertentu. Ilmu ini juga digunakan untuk menyelesaikan beberapa masalah di dunia nyata seperti perhitungan zakat dan pembagian warisan.

3. Pemberian gelar di universitas


Di awal sejarah Islam, masjid-masjid memiliki fungsi ganda. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga digunakan sebagai sekolah. Imam yang memimpin salat biasanya akan mengajar sekelompok siswa tentang ilmu-ilmu Islam seperti Alquran, fiqih, dan hadis. Ketika dunia muslim berkembang, para imam mulai berpikir bahwa harus ada lembaga formal yang kini dikenal dengan istilah madrasah. Lembaga ini didedikasikan untuk pendidikan formal para siswa.

Madrasah formal pertama adalah al-Karaouine didirikan pada tahun 859 oleh Fatima al-Fihri di Fez, Maroko. Sekolahnya menarik beberapa ulama terkemuka di Afrika Utara, dan beberapa siswa-siswa terpandai di negeri itu. Di al-Karaouine, siswa diajar oleh para guru selama beberapa tahun. Pada akhir program, bila guru menganggap siswa mereka memenuhi syarat, mereka akan memberikan sertifikat yang saat ini dikenal sebagai ijazah. Konsep ini kemudian berkembang pesat hingga menyebar ke seluruh dunia Muslim dan menyebar ke Eropa.

4. Marching band militer


Banyak siswa di sekolah menengah dan universitas Barat mengikuti marching band. Seperti diketahui, kelompok musik ini terdiri dari beberapa ratus siswa yang memainkan alat musik di lapangan selama acara olahraga. Tujuannya adalah untuk menghibur penonton dan para pemain.

Menurut sejarah, marching band pertama kali dikembangkan dari kegiatan marching band militer selama era Gunpowder di Eropa. Kala itu, sekelompok tentara sengaja memainkan alat musik untuk mendorong semangat rekan-rekannya selama peperangan berlangsung. Tradisi ini berawal dari kehadiran band Mehter Ottoman pada tahun 1300-an yang membantu para tentara Ottoman menjadi salah satu tentara terkuat di dunia. Sebagai bagian dari korps elit Janissary dari Kekaisaran Ottoman, tujuan band Mehter adalah untuk memainkan musik keras yang akan menakuti musuh dan mendorong sekutu.

5. Kamera


Sulit membayangkan dunia tanpa kehadiran fotografi. Apalagi setelah kehadiran Instagram dan media sosial lainnya. Platform tersebut sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup manusia. Selidik punya selidik, kamera atau alat untuk merekam gambar ternyata pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan Muslim pada abad ke-11 yakni, Ibn al-Haytham.

Ia berhasil mengembangkan bidang optik dan memecahkan cara kerja kamera. Al-Haytham yang pada saat itu bekerja di kekaisaran Kairo pada awal 1000-an, ternyata sempat dijadikan tahanan rumah oleh penguasan Fatimiyah al-Hakim. Namun ia tidak patah semangat, dan justru berhasil mempelajari cara kerja cahaya hingga akhirnya berhasil menciptakan cikal bakal kamera.

(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Orangtua Siswa SMKN 5 Pekanbaru Datangi Gedung Dewan
Sah, MA Lantik 5 Anggota BPK periode 2019-2024
Lengkapi Meubeler, Januari 2020 Gedung SMPN 45 Sudah Bisa Ditempati
Wacana Amendemen UUD 1945 Akan Jadi Kemunduran Demokrasi jika...
Daftar 5 Obat Asam Lambung Mengandung Ranitidin yang Ditarik BPOM

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad