Home  / Iptek
Supermoon Terakhir di 2019 Terjadi Malam Ini
Kamis, 21 Maret 2019 | 19:12:16
(AFP PHOTO / NICOLAS TUCAT)
Supermoon
JAKARTA - Bulan kembali akan ada pada posisinya yang paling dekat dengan Bumi pada hari ini, 21 Maret 2019. Rhorom Priyatikanto, peneliti LAPAN menyebut fenomena akan menjadi Supermoon yang terakhir untuk tahun 2019.

Fenomena yang dikenal sebagai Supermoon ini membuat Bulan akan terlihat bersinar lebih terang, dan terlihat lebih besar dari ukuran malam-malam sebelumnya.

Anda dapat melihat peristiwa supermoon ini menggunakan mata telanjang malam ini, akan tetapi untuk dapat melihat ukuran Bulan yang lebih besar, anda harus menggunakan teropong untuk melihat bulan, dan membandingkannya dengan ukuran bulan normal. 

Rhorom mengatakan bahwa masyarakat Indonesia akan dapat melihat fenomena Supermoon ini sejak terbitnya Bulan pukul 18:00 WIB hingga 06:00 WIB keesokan harinya. 

"Bila cerah, Supermoon bisa diamati sepanjang malam. Terbit sekitar pukul 18, tenggelam sekitar pukul 6 besok pagi. Tidak ada perubahan kasat mata sepanjang malam, sehingga waktu puncak tidak relevan," tulis Rhorom ketika dihubungi melalui pesan teks oleh CNN Indonesia, hari kamis (21/3). 

"Bila bicara akurasi tinggi, titik terdekat purnama terjadi tanggal 21, pukul 08:44 WIB, akan tetapi bulan sedang di bawah ufuk Indonesia," lanjutnya.

Dengan demikian otomatis titik terdekat Bulan ini tidak bisa dilihat oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, Rhorom menjelaskan untuk dapat melihat ukuran bulan yang lebih besar, diperlukan semacam alat bantu, atau foto perbandingan. 

"Hampir tidak mungkin membandingkan ukuran supermoon tanpa alat bantu. Namun, bila kita punya potret purnama biasa dan supermoon, maka perbedaan ukuran keduanya dapat terlihat ketika disandingkan," tuturnya.

Rhorom juga menambahkan himbauan terkait gelombang pasang yang kemungkinan akan terjadi bersamaan dengan siklon Trevor dan siklon Veronica, dan menyebabkan gelombang pasang tinggi. 

"Saat supermoon, pasang surut pasti lebih tinggi dan masyarakat pesisir perlu memperhatikannya. Adanya siklon (Trevor dan Veronica) di sebelah selatan kepulauan Indonesia dapat menambah potensi gelombang tinggi di pesisir selatan yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia," tulis Rhorom. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Dituding Langgar Perintah Jokowi, Menteri Rini Buka Suara
Andai Rini Ngotot Rombak Direksi BUMN, Ini Dampaknya!
Lini Tengah Barcelona Kegemukan
Satgas TMMD ke 105 Kodim 0313/KPR Finishing pembuatan Jamban
Kepala Bakamla Kunjungi USCG Training Center Yorktown

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad