Home  / Internasional
PBB: Rakyat Palestina Korban Tewas di Jalur Gaza Sudah 200 Orang
Rabu, 19 Mei 2021 | 09:27:31
(ANAS BABA/AFP)
Ayah dari Rahaf al-Dayer (12) memegang anaknya yang tertutup di rumah sakit al-Shifa, setelah tewas dalam serangan udara Israel, di Kota Gaza, Senin (17/5/2021). Tercatat, ada 212 penduduk Jalur Gaza, Palestina kehilangan nyawa di antaranya 61 korban merupakan anak-anak.
GAZA - Perwakilan PBB menyebut korban tewas di Jalur Gaza sudah tembus 200 orang akibat konflik Israel dan Palestina yang terjadi pada Mei 2021. Selain itu, 132 gedung juga hancur di Gaza.

"Hingga siang kemarin, di Jalur Gaza korban rakyat Palestina mencapai 200. Di tepi Barat, korban jiwa dari Palestina mencapai 20. Secara keseluruhan di Tepi Barat dan Gaza lebih dari 6.000 orang terluka," ujar Jens Laerke dari UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) pada Selasa 18 Mei.

Lebih lanjut, Jens Laerke berkata korban dari pihak Israel tidak kalah tragis. Totalnya ada 10 orang Israel yang meninggal.

Dr. Margaret Harris dari WHO turut melaporkan bahwa ada 19 fasilitas kesehatan di Gaza yang rusak, termasuk klinik Hala Al-Shawa. Tenaga kesehatan juga ikut terluka.

"Di Jalur Gaza, 41 tenaga kesehatan telah terluka dan 21 kendaraan kesehatan rusak. Kerusakan parah pada jalanan dan infrastruktur membuat akses ke banyak rumah sakit menjadi sangat, sangat sulit," ucap Dr. Harris.

Sekjen PBB António Guterres telah meminta agar gencatan senjata segera dilakukan. Mark Lowcock, ketua UN Relief, turut membahas pentingnya bantuan kemanusiaan, serta menyorot kondisi Gaza yang terisolasi selama 13 tahun terakhir.

RS Indonesia di Gaza Rusak Akibat Serangan Israel

Flare pasukan Israel menerangi langit di timur Jalur Gaza, Selasa (11/5/2021) pagi. Menurut laporan kantor berita Al Jazeera, serangan udara Israel menewaskan 20 warga Palestina. (AP Photo/Khalil Hamra)

Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza mengalami kerusakan sebagian akibat serangan Israel di dekat fasilitas kesehatan.

"Kantor administrasi rumah sakit dirusak oleh serangan Israel tadi malam," kata Kepala Komite Penyelamat Darurat Medis Presidium (MER-C) Sarbini Abdul Murad.

Ia juga menyebutkan bahwa serangan terjadi sekitar 200 meter dari fasilitas tersebut, demikian dikutip dari laman AA.com.tr, Selasa (18/5).

"Tidak langsung terkena bom, tapi ledakan keras membuat gedung-gedung berderak dan langit-langit runtuh," katanya kepada Anadolu Agency.

Murad mengatakan, tidak ada pasien atau karyawan yang terluka tetapi serangan itu menyebabkan banyak trauma.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan pada Senin 17 Mei malam bahwa pasukan Israel melancarkan serangan di daerah terdekat.

"Ini bukan pertama kalinya mereka menyerang fasilitas kesehatan. Tindakan ini jelas melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa," katanya dalam sebuah pernyataan.

Ia mengutuk serangan itu dan mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah permanen guna menghentikan tindakan keji seperti itu terhadap warga sipil dan fasilitas kesehatan.

selengkapnya di liputan6.com >>>>>>>

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Satu-Satunya Laboratorium Tes COVID-19 di Gaza Palestina Hancur Oleh Serangan Udara Israel
Gedung AP dan Al Jazeera di Gaza Runtuh Dihantam Rudal Israel
Negara Arab yang Sudah Berdamai dengan Israel Kesal, Palestina Digempur Bertubi-tubi
Diserang Bom Api, Israel Hentikan Pasokan Bahan Bakar dan Kebutuhan Pokok ke Gaza
Ibu 2 Anak Ditembak Mati, Palestina Akan Seret Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter