SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1442 H
Home  / Internasional
Rumah Sakit Covid-19 di Irak Terbakar, 82 Korban Meninggal Dunia
Menteri Kesehatan Irak diskors akibat kebakaran di RS COVID
Senin, 26 April 2021 | 14:14:32
(Twitter.com/RafidFJ)
Peristiwa kebakaran yang menimpa rumah sakit khusus pasien COVID-19 di Irak pada hari Sabtu, 24 April 2021, waktu setempat.
JAKARTA - Kebakaran melanda rumah sakit COVID-19 Ibn al-Khatib yang terletak di ibu kota Irak, Baghdad pada Minggu (25/4/2021) menjelang pagi. Akibat kejadian itu, 82 orang meninggal dunia.

Menurut Channel News Asia yang mengutip AFP, banyak dari korban adalah pasien COVID-19 yang menggunakan alat bantu pernapasan.

"(Kobaran api) dimulai dengan ledakan yang disebabkan oleh kesalahan dalam penyimpanan tabung oksigen," kata sumber medis kepada AFP.

1. Rumah sakit pasien COVID-19 tidak memiliki sistem proteksi kebakaran

Sumber medis itu lebih lanjut mengatakan bahwa api menyebar dengan cepat ke beberapa lantai di tengah malam, ketika puluhan kerabatnya berada di sisi ranjang dari 30 pasien di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit tempat kasus COVID-19 yang paling parah dirawat tersebut.

"Rumah sakit tidak memiliki sistem proteksi kebakaran dan langit-langit palsu memungkinkan api menyebar ke produk yang sangat mudah terbakar," kata badan pertahanan sipil Irak.

"Banyak korban meninggal karena mereka harus dipindahkan dan ventilator dilepas, sementara yang lain mati lemas karena asap," tambahnya.

Pada awalnya setelah kebakaran, petugas medis mendata ada setidaknya 23 orang meninggal dunia akibat kejadian itu. Namun kemudian kementerian dalam negeri mengumumkan bahwa jumlah resmi ada 82 orang tewas dan 110 luka-luka.

"Lebih dari 200 pasien diselamatkan," menurut kementerian kesehatan.

2. Petugas kebakaran mencoba memadamkan api

Ilustrasi Suasana Pandemik COVID-19 di Irak (ANTARA FOTO/REUTERS/Essam Al-Sudani)

Sejumlah video di media sosial memperlihatkan petugas pemadam kebakaran berjuang untuk memadamkan api ketika pasien dan kerabat mereka mencoba melarikan diri dari gedung.

Seorang saksi yang keluarganya juga yang dirawat di rumah sakit menyebut warga sipil juga turun tangan membantu mengevakuasi pasien.

"Orang-orang (warga sipil) yang membantu mereka keluar," kata Amir, 35 tahun, kepada AFP.

3. Menteri kesehatan diskors

Pertemuan darurat yang digelar oleh Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi, usai peristiwa pemboman terjadi di Baghdad, Irak, pada hari Rabu, 21 Januari 2021, waktu setempat. (Twitter.com/IraqiPMO)

Irak merupakan negara dengan salah satu sistem kesehatan yang buruk di dunia. Rumah sakit di Irak telah rusak akibat konflik selama beberapa dekade dan investasi yang buruk, di mana mereka kekurangan obat-obatan dan ranjang.

Usai kejadian ini, Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi menyerukan penyelidikan penyebab kebakaran dan mengumumkan berkabung nasional selama tiga hari. Parlemen telah mengumumkan akan mengabdikan sesi Senin untuk tragedi tersebut.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Irak Hassan al-Tamini telah diskors pada Minggu.

"Gubernur Baghdad Mohammed Jaber dan kepala departemen kesehatan untuk Baghdad timur, tempat rumah sakit Ibn al-Khatib berada, juga akan diinterogasi," kata pernyataan dari perdana menteri Irak.

"Hasil investigasi ini akan disampaikan kepada pemerintah dalam lima hari," tambah pernyataan itu.

(sumber: idntimes.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Rumah Yatim Berikan Program Bantuan THR Dai untuk Para Mubaligh Pekanbaru
Rumah Yatim Bagikan Program Bantuan Zakat Fitrah untuk Keluarga Prasejahtera Kota Pekanbaru
Rumah Yatim Bagikan Parcel Lebaran untuk Yatim Dhuafa di Pekanbaru
Rumah Yatim Bagikan Parcel Lebaran untuk Sindi, Geby, Riski dan Rafa, 4 Yatim Bersaudara asal Pekanbaru
Parcel Lebaran Rumah Yatim untuk Ibnu, Yatim Dhuafa Asal Pekanbaru

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter