SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1442 H
Home  / Internasional
Singapura dan Vietnam Keluar dari Jurang Resesi, RI Kapan?
Rabu, 14 April 2021 | 19:06:24
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Kemacetan saat PPKM di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, (9/3/2021).
JAKARTA - Ekonomi Singapura tumbuh 0,2% pada kuartal I-2021 secara year on year (yoy). Ini adalah pertumbuhan pertama sejak terjadinya pandemi Covid-19.

Dengan pertumbuhan ini, maka negeri singa tersebut resmi keluar dari resesi. Resesi adalah kondisi di mana ekonomi terkontraksi dua kuartal berturut-turut atau lebih dalam satu tahun.

Hal yang serupa juga terjadi di Vietnam di mana pertumbuhan ekonominya mencapai 4,48% kuartal I-2021. Keberhasilan Vietnam dalam ekonomi tidak lepas dari upayanya menahan laju penyebaran kasus covid.

Sebagai negara tetangga, pemulihan ekonomi Indonesia untuk kembali ke zona positif pun kembali dipertanyakan. Sebab, kontraksi ekonomi Singapura bahkan lebih dalam dibandingkan Indonesia saat pandemi ini.

Kontraksi ekonomi Singapura pada tahun lalu yang terburuk adalah -5,4%. Sedangkan Indonesia kontraksi terdalamnya adalah -5,32% di kuartal II-2020.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan, untuk Indonesia bisa keluar dari jurang resesi paling cepat di kuartal II-2021. Di kuartal I ini perekonomian diperkirakan masih akan negatif.

"Sepertinya paling cepat di kuartal ke II atau ke III. Bisa tumbuh 1%-2% saja sudah cukup baik," ujarnya kepada CNBC Indonesia.

Menurutnya, untuk bisa keluar dari resesi ini Pemerintah harus mempertajam stimulus fiskal khususnya berubah dari berorientasi pada korporasi menjadi pada konsumen akhir. Ia mencontohkan, seperti penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% ke 5% untuk bisa meningkatkan konsumsi rumah tangga.

Kemudian, melanjutkan program perlindungan sosial yang tepat sasaran seperti bantuan subsidi upah untuk sektor formal dan informal. Juga mendorong inklusivitas pembangunan ekonomi digital.

"Misalnya ada subsidi ongkir Rp 500 miliar via e-commerce, itu bagus tapi alangkah lebih baik kalau spesifik mendorong produk UMKM dibanding impor," kata dia.

Selanjutnya, selain stimulus fiskal, yang juga penting untuk mendorong perekonomian adalah penanganan masalah pandemi dari sisi kesehatannya.

"Penanganan pandemi yang lebih fokus dan serius, serta memastikan vaksinasi berjalan sesuai target," tegasnya.

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Update Covid-19 Riau per 15 Mei 2021, Tambah 146 Positif, 563 pasien Sembuh, 12 Meninggal
Kejaksaan RI Buka 4.148 Formasi CPNS, Simak Syaratnya
H-1, NasDem Riau berbagi "Rendang Lebaran" dan 1 Ton Beras ke Masyarakat
Presiden Jokowi Dijadwalkan Kunker ke Riau, 19 Mei Mendatang
Didampingi Forkompinda Rohil, Gubernur dan Kapolda Riau Tinjau Pos Penyekatan Perbatasan Riau-Sumut

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter