Pelantikan JMSI Riau
Home  / Internasional
Coca-Cola PHK 2.200 Pegawai di Seluruh Dunia
Sabtu, 19 Desember 2020 | 18:54:01
(AFP/Justin Sullivan)
Ilustrasi coca-cola
JAKARTA - Coca-Cola dilaporkan akan berencana untuk memangkas sekitar 2.200 pekerjaan di angkatan kerja globalnya sebagai bagian dari rencana restrukturisasi. Rencana tersebut pun dipercepat oleh perusahaan minuman bersoda tersebut, karena akselerasi dari akibat pandemi Covid-19.

Di Amerika Serikat sendiri, Coca-Cola akan melakukan PHK terhadap sekitar 1.200 pekerjaan atau 12 persen dari total tenaga kerja di negeri paman sam tersebut. Kabar tersebut pun pertama kali dilaporkanoleh Wall Street Journal, seperti melansir CNBC, Sabtu (19/12/2020).

Pada akhir tahun 2019 sendiri, perusahaan berbasis di Atlanta ini memiliki 86.200 karyawan global. Tetapi kehadiran pandemidikabarkan menghantam total pendapatan dari perusahaan minuman raksasa tersebut. Sekitar setengah dari penjualan dari Coca-Cola sendiri biasanya berasal dari konsumen yang meminum minumannya jauh dari rumah. Pada kuarta ketiga sendiri, penjualan bersih dari Coca-Cola dinyatakanturun sebesar 9 persen.

Untuk merespon krisis dari pandemi ini, Coca-Cola pada akhirnya memutuskan untuk mempercepat rencananya untuk merestrukturisasi bisnis dan mengurangi portofolio.

Perusahaan ini pun telah berhenti untuk memproduksi minuman seperti Tab dan merek Odwalla, yang sudah dinyatakan tidak laku di pasaran dan tidak punya potensi untuk berkembang.

Perusahaan yang saat dipimpin oleh James Quincey, berencana untuk membangun unit operasi baru yang berfokus pada tingkat regional dan lokal. Nantinya operasi tersebut akan bekerja sama dengan lima tim kepemimpinan pemasaran global, dimana nanti akan dibagi berdasarkan kategori.

Bagian dari reorganisasinya adalah melakukan PHK. Pada bulan Agustus, Coca-Cola mengatakan akan menawarkan paket pemberhentian sukarela kepada 4.000 pekerja di AS, Kanada, dan Puerto Rico. Secara total, Coca-Cola sendiri berharap bisa menghabiskan USD 350 juta hingga USD 550 juta untuk biaya pesangon.

Valuasi saham perusahaan yang bernilai USD 230 miliar ini pun, hanya naik kurang dari 1% dalam periode perdagangan sore hari. Stok Saham dari Coca-Cola sendiri 3 persen sejauh ini pada tahun 2020.

(sumber: liputan6.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Tiga Pegawai Terpapar Covid-19, Imigrasi Pekanbaru Tutup Layanan Kantor Hingga 31 Agustus
PHK Massal Pabrik Sepatu, Puluhan Pabrik Setop Produksi
Skema Kredit Bunga 0 Persen buat Korban PHK-Ibu Rumah Tangga
Pegawai Positif Covid, Eximbank Lockdown Kantor Pusat 14 Hari
Seluruh Pegawai Pemprov Riau Bagian Pelayanan akan Dilakukan Tes Swab

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter