Home  / Internasional
Pelaku Serangan di Prancis Terus Berucap `Allahu Akbar`
Kamis, 29 Oktober 2020 | 20:23:22
(AFP/VALERY HACHE)
Seorang korban tewas dipenggal, sedang seorang yg lain akibat luka setelah sempat melarikan diri ke bar dekat lokasi kejadian.
JAKARTA - Korban tewas dalam serangan di luar gereja di Nice, Prancis bertambah menjadi tiga orang. Satu di antaranya tewas karena dipenggal.

Wali Kota Nice, Christian Estrosi menyebut serangan ini sebagai `serangan fasis Islam`.

"Pelaku terus mengulang "Allahu Akbar' bahkan saat diobati karena terluka akibat penangkapan," kata Estrosi kepada wartawan di lokasi kejadian, seperti dikutip AFP.

Dari tiga korban tewas, dua di antara meninggal seketika setelah serangan, sedang satu akibat menderita luka-luka setelah sempat mengungsi ke bar dekat lokasi.

Estrosi mengatakan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan segera tiba di Nice, dan menyerukan agar seluruh geraja di Prancis diberi keamanan tambahan untuk pencegahan.

Di tengah tegangan tinggi

Belum lama berselang, serangan serupa juga terjadi di Prancis.

Pada 17 Oktober lalu, seorang guru, Samuel Paty (47), dipenggal di daerah Eragny oleh seorang pemuda pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18).

Pemicunya adalah Paty sempat membahas tentang kartun Nabi Muhammad di dalam kelas yang kemudian menuai kontroversi. Di awal, dia sudah mengizinkan sejumlah pelajar Muslim untuk keluar kelas jika tidak sepakat dengan materi yang dia bahas.

Topik pembelajaran itu lantas diceritakan oleh sejumlah murid Muslim kepada orang tua mereka. Peristiwa itu lantas ramai diceritakan di media sosial.

Abouyezidovitch disebut melihat unggahan itu di media sosial dan merencanakan membunuh Paty.

Pembunuhan Paty lantas mendorong Macron menjanjikan tindakan keras terhadap ekstremis Islam, termasuk menutup masjid dan organisasi yang dituduh mengobarkan radikalisme dan kekerasan.

Namun langkah itu berujung ketegangan dengan banyak negara Muslim yang menuding Macron tak adil terhadap lima hingga enam juta umat Islam di Prancis yang merupakan komunitas Muslim terbesar di Eropa.

Protes terhadap Prancis telah meletus di beberapa negara Muslim, beberapa di antaranya mendesak pemboikotan barang-barang buatan Prancis, dan ketegangan berkobar khususnya antara Macron dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Macron Ultimatum Muslim Prancis, Apaan Lagi nih?
Ngeri, Rencana Besar China Kuasai Dunia Terbongkar!
Al Qaida Ancam Emmanuel Macron Usai Singgung Islam
Massa Aksi Demo 211 Desak Pemerintah Usir Dubes Prancis
Modus Hipnotis, Dua WNA China Dibantu Wanita Asal Singkawang Gasak Rp 700 Juta Milik IRT Pekanbaru

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter