Home  / Internasional
Jepang Minta Solusi Damai Sengketa Laut China Selatan
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:49:49
(AP/Koji Sasahara)
Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga. Jepang meminta seluruh pihak yang terlibat sengketa di Laut China Selatan menahan diri dan menyelesaikan masalah itu melalui jalur hukum.
JAKARTA - Jepang meminta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam sengketa di perairan Laut China Selatan menahan diri dan menyelesaikan masalah itu melalui jalur hukum.

Menurut Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, Laut China Selatan adalah salah satu jalur utama lalu lintas pelayaran yang menghubungkan Negeri Sakura dan Asia Tenggara.

"Namun demikian, di Laut China Selatan terjadi keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan tersebut.

"Kami meminta hentikan semua tindakan dan gerakan yang merusak ketenangan Laut China Selatan," kata Suga dalam jumpa pers di sela-sela lawatan kenegaraan di Jakarta, Rabu (22/10).

"Sekali lagi saya ingin menitikberatkan bahwa betapa pentingnya semua pihak yang terkait dengan persoalan Laut China Selatan berusaha menenangkan diri untuk menyelesaikan konflik secara damai melalui hukum internasional, bukan melalui kekuatan dan intimidasi," lanjut Suga.

Suga mengatakan pemerintah Jepang mengutamakan perdamaian dan kemakmuran kawasan, serta kebebasan dan penegakan supremasi hukum di Laut China Selatan.

Laut China Selatan menjadi perairan rawan konflik terutama setelah China mengklaim sepihak sebagian besar wilayah perairan itu. Klaim historis China itu beririsan dengan wilayah kedaulatan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, bahkan hingga Taiwan.

Sedangkan Jepang menggunakan jalur pelayaran di Laut China Selatan untuk berniaga dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara hingga Pasifik.

Indonesia tidak pernah menempatkan diri sebagai negara yang turut bersengketa dalam perebutan wilayah di Laut China Selatan. Namun, belakangan aktivitas kapal China di dekat perairan Natuna semakin gencar.

Di sisi lain, Jepang adalah sekutu Amerika Serikat. Sedangkan AS juga tengah bertikai dengan China dalam sejumlah persoalan, dan belakangan juga turut campur dalam konflik di Laut China Selatan.

Kedua negara sama-sama mengirimkan armada kapal perang dan jet tempur di kawasan itu. Hal ini tentu saja semakin memperuncing perselisihan, dan bisa memicu perang terbuka sewaktu-waktu.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Hadiri Rapat Desk Pilkada Rohul, Catat Ini Pesanya Dandim 0313/KPR
Dalam Rangka Pendisiplan Masyarakat Polsubsektor Pelalawan rutinkan Ops Yustisi
Untuk Pendisiplinan Masyarakat, Polsek Pangkalan Kuras Lakukan Operasi Yustisi di Malam Hari
Polsek Bunut Gencarkan Operasi Yustisi Dimalam Hari
Polsek Pangkalan Lesung Laksanakan Gat Pam Kampanye Dialogis Paslon Bupati Pelalawan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter