Home  / Internasional
Indonesia Kecam Tindakan Provokatif Pembakaran Al-Quran di Norwegia-Swedia
Jumat, 4 September 2020 | 18:25:23
(Dok Kemlu)
Foto: Menlu Retno Marsudi
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengecam aksi penistaan kitab suci Al-Quran di Norwegia, Swedia dan Denmark. Retno menilai aksi itu tindakan provokatif dan melukai umat muslim dunia.

"Beberapa rangkaian tindakan atau aksi pembakaran dan perusakan Al-quran di Swedia dan Denmark serta publikasi kembali kartun Nabi Muhammad oleh tabloid Charlie Hebdo. Indonesia mengecam keras semua tindakan ini," ujar Retno dalam video konferensi yang diterima, Jumat (4/9/2020).

Retno mengatakan tindakan ini berpotensi menyebabkan perpecahan antar-umat beragama di dunia. Aksi pelecehan kitab suci ini juga dinilai bertentangan dengan nilai demokrasi.

"Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, provokatif, dan telah melukai ratusan juta umat Muslim di dunia," ucapnya.

"Semua tindakan ini bertentangan dengan prinsip dan nilai demokrasi dan berpotensi menyebabkan perpecahan antar umat beragama di tengah dunia memerlukan persatuan untuk menanggulangi pandemi covid-19," imbuhnya.

Diketahui, sejumlah rangkaian penistaan Al-Quran dan Islam terjadi di beberapa negara yakni Swedia, Norwegia, Denmark. Pertama, kerusuhan di Swedia terjadi setelah seorang politikus asal Denmark, Rasmus Paludan, yang dikenal anti-Muslim dilarang untuk menghadiri aksi pembakaran Al-Quran di Swedia. Ada sekitar 300 orang turun ke jalanan wilayah Malmo melemparkan batu ke arah polisi dan membakar ban pada Jumat (28/8).

Sementara demo rusuh di Norwegia diwarnai aksi meludahi Al-Quran. Seperti dilansir media Jerman, DW, Minggu (30/8), kerusuhan di Oslo itu terjadi pada hari Sabtu (29/8) waktu setempat. Unjuk rasa yang diorganisasi oleh kelompok Stop Islamisation of Norway (SIAN) tersebut berlangsung di dekat gedung parlemen.

Lalu, ada juga majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad dalam edisi Rabu (2/9) waktu setempat, dimaksudkan untuk menandai dimulainya persidangan terhadap para tersangka penembakan brutal di kantor Charlie Hebdo di Paris pada Januari 2015 lalu.

(detik.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bertrand Antolin Wakafkan 3400 Alquran Bareng Dewi Sandra
Alasan Mengapa Bacaan Alquran Berirama dan Bagus
Perdana Menteri Norwegia Sebut Aksi Perobekan Alquran sebagai Kebebasan Berekspresi
Turki Kecam Demo Lecehkan Alquran di Norwegia
Demo di Swedia Rusuh Respons Politikus Denmark Bakar Alquran

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter