Home  / Internasional
Kabur ke AS, Dokter asal China Sebut Covid-19 Dikembangkan Lab Militer Partai Komunis
Selasa, 4 Agustus 2020 | 15:13:30
(foto: Mirror)
Dr Li Meng Yan, ahli virus asal China yang kabur ke Amerika Serikat
WASHINGTON - Seorang dokter terkemuka asal China yang melarikan diri ke Amerika Serikat mengatakan Covid-19 merupakan hasil pengembangan di fasilitas militer negeri Tirai Bambu.

Dr Li Meng-Yan jadi perbincangan ramai ketika dia tiba di Amerika Serikat kemudian menuduh Pemerintah China menutup-nutupi "program senjata biologis Covid-19". Dokter spesialis virologi di Hong Kong's School of Public Health mengatakan bahwa sudah sangat jelas Covid-19 merupakan virus corona jenis baru yang dikembangkan di laboratorium Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

"Pada waktu itu saya dengan jelas menilai bahwa virus itu (Covid-19) berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China," kata Dr Li dikutip dari Taiwan News Agency, Selasa (4/8/2020).

Pernyataan Dr Li berbeda dengan informasi yang dipublikasikan Pemerintah China bahwa virus tersebut pertama kali muncul di pasar hewan Wuhan, Provinsi Hubei, pada Desember 2019. Saat berusaha menyampaikan temuannya, kata Dr Li, dia dianggap tidak serius dan diabaikan.

Dr Li yang dibesarkan di bawah rezim Partai Komunis China menyadari profesinya sebagai ahli virus membuatnya merasa punya tanggung jawab melaporkan penemuan itu. Dia juga menyadari laporannya tersebut menempatkan dirinya dalam risiko besar, bahkan ancaman pembunuhan.

"Saya tahu begitu saya berbicara, saya bisa menghilang kapan saja sama seperti semua pemrotes yang berani di Hong Kong."

"Saya bisa menghilang kapan saja. Bahkan, nama saya tidak akan ada lagi," ucapnya.

Melarikan diri ke Amerika Serikat dianggap sebagai pilihan paling rasional bagi Dr Li karena tahu bagaimana otoritas China memperlakukan pelapor mengenai Covid-19.

"Pemerintah China menolak untuk membiarkan para ahli luar negeri termasuk yang di Hong Kong melakukan penelitian di China."

"Jadi, saya mengalihkan pandangan ke teman-teman saya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," pungkasnya.

Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO pada Januari lalu, virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 18 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 600.000 orang. China mencatatkan angka infeksi lebih dari 84.000 kasus dan 4.634 angka kematian.

Amerika Serikat berada di urutan pertama negara tertinggi kasus Covid-19 di dunia dengan lebih dari 4 juta kasus dan jumlah kematian melebihi 157.000.

(iNews.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Rekor Lagi! Pasien Positif Corona Tambah 4.465 Jadi 257.388 Orang
Covid-19 Meningkat, Gugus Tugas Sarankan Rapat dan Hearing DPRD Dilakukan Virtual
253 Kasus Konfirmasi Bertambah di Riau, Terbanyak Pekanbaru 152 Kasus
Update Corona 22 September: Tambah 4.071, Pasien Positif Jadi 252.923 Orang
Ruang Isolasi Full, RSUD Selasih Tambah 14 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter