Home  / Internasional
Makin Panas, Inggris Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan
Jumat, 17 Juli 2020 | 15:45:34
(Mass Communication Specialist 3rd Class Jason Tarleton/U.S. Navy via AP)
Foto: USS Ronald Reagan (CVN 76) dan USS Nimitz (CVN 68) Carrier Strike Groups di Laut Cina Selatan, Senin, (6/7/2020).
JAKARTA - Klaim China di Laut China Selatan, termasuk Laut China Timur, membuat kondisi perairan semakin tegang. Sebagai mana ditulis The Australian mengutip The Times, kapal perang induk Inggris HMS Queen Elizabeth, akan bergabung dengan militer Amerika Serikat dan sekutu di kawasan itu.

Hal ini disebutkan sumber media tersebut sebagaimana dikutip Jumat (17/7/2020). Kapal induk senilai US$ 5,6 juta tersebut memuat 1600 kru, dilengkapi jet perang dan helikopter.

Selain HMS Queen Elizabeth, kapal perang lainnya Prince of Wales juga akan ditempatkan di wilayah tersebut. Sebelumnya sejak 1971, Inggris memang memiliki aliansi militer dengan Singapura, Malaysia, Australia, Selandia Baru di 1971.

Meski demikian, belum ada komentar resmi soal ini dari Inggris. Namun, sebelumnya Filipina melalui Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzo sudah menyaratkan akan ada gabungan militer yang mengamankan Laut China Selatan.

Nama Inggris-pun sempat disebut dalam koalisi bersama menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut, sebagaimana dikutip dari Eurasian Times. Bukan hanya Filipina, India juga akan melakukan navigasi bersama di kawasan.

Gabungnya Inggris mendapat perhatian China. Sebagaimana dikutip dari The Global Times, peneliti senior di Lembaga Penelitian & Studi Militer Laut Tentara Nasional China (PLA) mengatakan Inggris mencoba mencari perhatian dengan masalah Laut China Selatan.

"Tampaknya Inggris telah menjadi antek AS. Posisi Inggris yang tidak koheren pada Cina menunjukkan bahwa mereka telah kehilangan sikap kekuatan utama, serta posisi dan sikap independensinya," ujar Zhang Junshe.

Sebelumnya klaim China pada 80% kawasan Laut China Selatan membawa polemik. Sejumlah negara bersitegang dengan China seperti Vietnam, Filipina, Brunei, Malaysia.

Hal ini membawa AS masuk ke kawasan dengan dalih mengamankan kebebasan perairan. Di Laut China Timur, China juga bersengketa dengan Jepang.

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Israel & AS Bakal Gugat China Rp 90.000 T Gegara Corona
Ada Patogen Corona, China Larang Produk Laut Indonesia
Laboratorium Perusahaan China Bocor, Ribuan Orang Terinfeksi Brucellosis
Diusir Tak Mau Pergi, Ini Update Baru Kapal China di Natuna
Kapal China Masuk Natuna, RI Klarifikasi ke Wakil Dubes China

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter