Home  / Internasional
Kacau! Sidang DPR Malaysia Rusuh Gara-gara Komentar Rasis
Selasa, 14 Juli 2020 | 21:15:18
(AP/Vincent Thian)
Foto: Ilustrasi Parlemen Malaysia
JAKARTA - Perpolitikan Malaysia memanas. Kekacauan kembali terjadi di Parlemen Malaysia pada Selasa (14/7/2020) waktu setempat.

Pasca diturunkannya Mohamad Ariff Md Yusof oleh Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin pada Senin (13/7/2020), kursi pemimpin Parlemen Malaysia atau dikenal dengan sebutan Dewan Rakyat, kini diduduki oleh Datuk Azhar Azizan Harun.

Hari pertama menjabat, pria yang dipanggil Art Harun ini harus menerima kekacauan di dalam Parlemen Malaysia. Diketahui jika anggota parlemen dari Perikatan Nasional dan Pakatan Harapan saling berteriak setelah adanya pernyataan rasis dan seksis diucapkan di DPR.

Kekacauan dimulai setelah Kasthuri Patto (Anggota Pakatan Harapan dari Batu Kawan) menuduh bahwa Datuk Seri Abdul Azeez Abdul Rahim (Anggota Barisan Nasional dari Baling) mengucapkan komentar rasis mengenai warna kulitnya.

Komentar dari Abdul Azeez muncul setelah Patto berdiri untuk mempertanyakan mengapa tidak ada perwakilan perempuan dalam Komite Pilih yang baru, yang diusulkan oleh Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin.

"Saya ingin penjelasan mengapa tidak ada wanita di Komite Pilih. Di bawah Pakatan Harapan, Dr. Wan Azizah adalah anggota. Namun, di bawah Perikatan Nasional, tidak ada. Apakah tidak ada wanita sekaliber di Perikatan Nasional untuk menjadi bagian dari komite ini?," tanya Patto, sebagaimana dikutip dari The Star, Selasa (14/7/2020).

Abdul Azeez berdiri dan berkata: "Tak nampaklah, gelap (Gelap, aku tidak bisa melihat)."

Pada awalnya Patto tidak menanggapi dan terus meminta penjelasan dari Azhar terkait masalah itu. Azhar mengatakan masalah ini akan diperdebatkan terlebih dahulu.

Anggota lainnya, Rayer RSN (Anggota Pakatan Harapan dari Jelutong) kemudian berdiri, meminta Abdul Azeez untuk menarik kembali pernyataannya terhadap Patto.
Baca: Singapura, Malaysia, Thailand & RI: Kompak di Jurang Resesi

Abdul Azeez menjawab: "Saya pun gelap, tak nampak apa bedanya. Tiada isu (Saya juga gelap, saya tidak melihat perbedaannya. Tidak ada masalah)."

Beberapa anggota parlemen dari pihak oposisi kemudian menuntut Abdul Azeez menarik kembali ucapan yang rasis tersebut.

Abdul Azeez mengklarifikasi tidak punya niat untuk membuat pernyataan rasis. Namun dia menambahkan, "Saya berkata gelap, saya juga gelap. Jadi pakai bedak. Apa masalahnya?."

Rayer kemudian meminta Azhar untuk mengeluarkan putusan tentang pernyataan itu, yang menurutnya tidak pantas diucapkan dalam parlemen.

Patto kemudian mengutip undang-undang Standing Order 36 (4) dan mendesak Pembicara untuk membuat keputusan. "Hari pertama Dewan dan kami mendengar komentar seksis dari Baling," katanya.

Abdul Azeez kemudian berdiri dan menarik kembali pernyataannya terhadapnya. "Saya menarik kembali apa yang saya katakan. Aku bahkan tidak mengatakannya padanya. Saya ambil kembali," ujarnya.

Namun, pihak oposisi masih menginginkan Azhar untuk membuat keputusan melawan anggota parlemen dari Umno. Azhar menjawab bahwa Abdul Azeez telah menarik kembali pidatonya dan tidak perlu ada keputusan.

Sebelumnya pada hari itu, Khalid Abdul Samad (Anggota Pakatan Harapan dari Shah Alam) menjadi anggota parlemen pertama yang dikeluarkan dari DPR oleh Azhar.

Ketika Azhar menyampaikan pidato pengukuhan sebagai pemimpin parlemen yang baru, banyak anggota parlemen dari kubu oposisi mengejeknya dan mempertanyakan mengapa mereka tidak diberi kesempatan untuk mengajukan nominator untuk calon pemimpin parlemen mereka sendiri.

Menurut pemberitaan Malaymail, Art Harun sebelumnya membantah telah diatur untuk menerima jabatan itu. Ia menggambarkan hal itu sebagai suatu kehormatan. Art Harun mengaku menerima tawaran posisi pemimpin parlemen sebelum hari pencalonan pemilihan negara bagian Chini.

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Menlu Malaysia Ketahuan Isap Vape saat Sidang Parlemen
Ketua DPRD Jepara Meninggal, Positif Covid-19 dan Diabetes
Perjalanan Dinas Keluar Negri DPRD Riau Tahun 2020 Dihapuskan
Zakir Naik Gugat Pejabat Malaysia atas Tuduhan Fitnah, Sidang Digelar 2021
Usai Dinas Luar Kota,Tujuh Anggota DPRD Buton Tengah Reaktif

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter