Home  / Internasional
Awas! Ada Pneumonia Jenis Baru Lagi, Mematikan dari Covid-19?
Sabtu, 11 Juli 2020 | 08:14:01
(Robert Michael/dpa via AP)
Foto: Petuas Medis
JAKARTA - Kedutaan besar China di Kazakhstan memperingatkan soal penyakit pneumonia baru yang lebih mematikan dari Covid-19 pada Jumat (10/7/2020). Kabar buruk itu disampaikan setelah negara bekas republik Soviet itu melaporkan lonjakan kasus pneumonia yang signifikan sejak Juni.

"Tingkat kematian dari penyakit ini jauh lebih tinggi daripada virus corona baru. Departemen kesehatan negara itu sedang melakukan penelitian komparatif terhadap virus pneumonia itu, tetapi belum mengidentifikasi virusnya," kata kedutaan dalam sebuah peringatan kepada warga China di negara itu.

Meski kedutaan besar China mendefinisikan penyakit itu sebagai "pneumonia yang tidak diketahui", namun pejabat dan media Kazakhstan hanya menyebutnya sebagai pneumonia saja. Tidak ada alasan jelas mengapa kedutaan besar China menyebut penyakit itu sebagai "tidak diketahui", lapor South China Morning Post.

Pengumuman soal penyakit itu disampaikan setelah situs web kedutaan, yang mengutip laporan media lokal, mengabarkan bahwa ada lonjakan yang signifikan dalam kasus pneumonia sejak pertengahan Juni di provinsi Atyrau dan Aktobe dan kota Shymkent.

Shymkent dan ibu kota Atyrau terpisah sejauh 1.500 km, sementara jarak antara ibu kota Atyrau dan Aktobe adalah 330 km.

Menurut Kedutaan China, sejauh ini ada hampir 500 kasus pneumonia di tiga tempat itu. Di mana ada lebih dari 30 orang dalam kondisi kritis.

Secara nasional, ada 1.772 kematian akibat pneumonia di enam bulan pertama tahun ini. Sebanyak 628 di antaranya terjadi pada Juni, termasuk beberapa warga negara China, jelas kedutaan melanjutkan.

"Kedutaan China di Kazakhstan mengingatkan warga negara China di sini untuk mewaspadai situasi dan meningkatkan pencegahan untuk menurunkan risiko infeksi," kata kedutaan dalam pernyataannya.

Di sisi lain, Saule Kisikova, kepala departemen perawatan kesehatan di ibu kota Nur-Sultan, mengatakan ada tiga ratusan orang yang dilaporkan menderita pneumonia setiap harinya. "Sekitar 300 orang yang didiagnosis menderita pneumonia dirawat di rumah sakit setiap hari." katanya kepada kantor berita Kazinform. Badan itu juga mengatakan ada 1.700 kasus pneumonia secara nasional pada Juni, lebih dari dua kali lipat jumlah di bulan yang sama tahun lalu.

Terkait penyebaran COVID-19 di negara itu, pada 16 Maret lalu Kazakhstan telah mengumumkan keadaan darurat untuk mengatasi penyebaran wabah asal Wuhan, China itu. Penguncian (lockdown) itu dicabut pada 11 Mei, tetapi pembatasan dan tindakan karantina telah diberlakukan kembali di beberapa daerah setelah ditemukan lonjakan kasus pneumonia.

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev sendiri telah mengatakan secara langsung dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Rabu bahwa situasinya masih serius dan masih terlalu dini untuk melonggarkan pembatasan.

"Kazakhstan sebenarnya menghadapi gelombang virus corona kedua ditambah dengan kenaikan besar dalam kasus pneumonia," katanya, menurut kantor berita Rusia Tass.

Kedutaan China mengatakan bahwa jumlah kasus COVID-19 di Kazakhstan telah mencapai 49.683 kasus dengan 264 kematian pada Selasa.

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Muhadjir: Keluarga Miskin Besanan, Lahir Keluarga Miskin Baru
Tambah Lagi `Musuh` China: Selandia Baru
Rumah Pensiunan ASN di Pekanbaru Nyaris di Bakar OTK
5 Jenis Garam dan Beda Penggunaannya
Dokter Temukan Gejala Baru Covid-19, Mulai Migrain hingga Kerontokan Rambut

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter