Home  / Internasional
Hong Kong Panas, Investor Pindahkan Tabungan ke Singapura
Jumat, 5 Juni 2020 | 18:47:53
Foto: REUTERS/Edgar Su
JAKARTA - Jumlah setoran dana dari warga asing yang masuk ke rekening bank-bank Singapura mencapai rekor.

Dari data bank sentral setempat, setoran dana dari bukan penduduk ke bank negeri itu melonjak 44% ke S$ 62,14 miliar (US$ 44,37 miliar) pada April, dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Peningkatan uang dari penduduk luar terjadi bertepatan dengan periode kerusuhan politik di Hong Kong, perselisihan dagang AS-China dan pecahnya pandemi virus corona.

Meski tidak ada rincian dari mana uang berasal, namun analis mengatakan hal itu pasti ada hubungannya dengan kekacauan di Hong Kong.

"Hong Kong telah menjadi sumber dana untuk alasan yang jelas," kata Song Seng Wun, seorang ekonom di CIMB Private Banking dikutip Reuters, Jumat (5/6/2020).

Banyak kekhawatiran muncul di kota di bawah otoritas China itu. Ini memicu pelarian modal ke tempat lain.

Sementara itu, Otoritas Moneter Singapura mengatakan bahwa sejak pertengahan 2019, telah terjadi peningkatan uang masuk secara signifikan. Termasuk dari Hong Kong.



"Aliran ini menjadi lebih tidak terkendali dalam beberapa bulan terakhir karena pandemi COVID-19 dan mengakibatkan fluktuasi pasar," kata bank sentral dalam sebuah pernyataan, menanggapi pertanyaan media itu. Data juga menunjukkan bahwa jumlah deposito mata uang asing di bank-bank di Singapura naik hampir empat kali lipat ke rekor S$ 27 miliar pada April dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka itu naik hampir 200% dalam empat bulan pertama tahun 2020 dari periode yang sama tahun lalu.

Setoran dana dari bukan penduduk mencakup dana dari perorangan dan perusahaan dengan alamat terdaftar di luar Singapura.

Analis mengatakan bahwa meski data hanya memberikan sebagian rincian dari aliran, itu tetap menandakan adanya tingkat sentimen pasar yang baik.

"Arus safe haven ke Singapura akan terus berlanjut selama ada ketidakpastian regional, seperti yang terjadi di Hong Kong dan ketegangan perdagangan AS-China," kata Andrea Choong, seorang analis di CGS-CIMB Securities.

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pengumuman! Tarif Cukai Rokok Bakal Naik Lagi
Gelombang PHK Makin Membesar, Sriwijaya Pangkas Pekerja
Terancam UU Baru China, Tokoh Pro-Demokrasi Hong Kong Kabur
Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Hari Ini
27 Negara Desak China Pertimbangkan Lagi UU Keamanan Nasional

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter