Home  / Internasional
Tekan Corona, Inggris Buat Aturan Persulit Warga Bersenggama
Selasa, 2 Juni 2020 | 20:44:46
(Covid-19). (AP/Andrew Parsons)
Ilustrasi Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dalam jumpa pers penanganan virus corona
JAKARTA - Pemerintah Inggris menerbitkan aturan yang dinilai menyulitkan warganya berhubungan badan dengan orang yang tidak tinggal serumah, untuk menekan penularan virus corona (Covid-19) usai pelonggaran penguncian wilayah (lockdown).

Akan tetapi, aturan itu justru mengundang kecaman dan cemoohan dari berbagai kalangan.

Aturan baru itu diperkenalkan pada Senin (1/6) kemarin. Pemerintah menyatakan seseorang yang berkumpul bersama dua orang atau lebih dalam satu ruang tapi mereka tidak tinggal serumah akan dikenakan pelanggaran hukum.

Aturan baru itu berbunyi, "Tidak ada orang yang dapat berpartisipasi dalam pertemuan yang berlangsung di tempat umum atau pribadi di dalam ruangan, dan terdiri dari dua orang atau lebih".

Meski UU baru itu tidak secara eksplisit melarang seks, aturan itu secara tegas membatasi aktivitas romantis bagi orang-orang yang hidup terpisah di Inggris.

Aturan itu berlaku di tempat-tempat umum maupun pribadi dan telah memicu kritik terhadap pemerintahan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.

Dilansir RT, Selasa (2/6), tagar #SexBan dengan cepat melesat menjadi populer di Twitter di wilayah Inggris pada hari ini. Warga yang frustrasi pun melampiaskan kekesalan mereka.

"Pemerintah memutuskan SEKARANG mengeluarkan larangan seks (selama) 10 minggu ke dalam lockdown adalah setara dengan membagikan kondom di baby shower," tulis seorang warganet.

Di tengah cemoohan dan kebingungan, banyak yang mencatat bahwa aturan itu hampir tidak mungkin diterapkan untuk polisi. Sementara lainnya menambahkan, aturan itu tidak ada gunanya mengingat pada dasarnya pedoman menjaga jarak menghalangi orang-orang menjadi akrab.

Aturan itu muncul setelah Inggris memutuskan melonggarkan penguncian wilayah (lockdown) akibat wabah virus corona.

Dalam wawancara di radio LBC, Menteri Negara untuk Pertumbuhan Daerah dan Pemerintah Daerah, Simon Clarke, berusaha meredakan kebingungan terkait aturan tersebut. Dia menjelaskan bahwa UU itu merupakan upaya untuk menghentikan orang-orang meninggalkan rumah pada malam hari.

Ketika ditanya apakah aturan baru itu memperbolehkan pasangan bertemu ke luar ruangan, Clarke tertawa dan berkata, "Ini adil untuk mengatakan bahwa risiko penularan virus corona jauh lebih rendah di udara terbuka dibanding di ruangan tertutup, tapi jelas kami tidak melakukannya. (Tidak) mendorong orang untuk melakukan hal seperti itu di luar ruang pada saat ini atau yang lainnya".

Beberapa hari yang lalu, staf utama PM Boris Johnson, Dominic Cummings, melanggar lockdown ketika ia beserta istri dan anaknya melakukan perjalanan menuju kediaman orang tuanya.

Dilansir India Today, sikap itu menuai kritik dari masyarakat dan banyak yang meminta Cummings mengundurkan diri dari jabatannya. 

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Hasil Liga Inggris: MU Gagal Kalahkan Southampton
Peduli Terhadap Kesehatan, Satgas Yonif 125 Berikan Pelayanan Kesehatan Kepada Warga Perbatasan
Top Skor Liga Inggris: Vardy Melesat Meski Leicester Hancur
Warga Inggris Enggan Pakai Masker untuk Cegah Penularan Virus
Kadiskes: Warga Rohul Tn ES Positif Covid-19 Sembuh di Jakarta

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter