Home  / Internasional
Ini Kisah Bungker Gedung Putih Tempat Trump `Ngumpet`
Senin, 1 Juni 2020 | 19:15:01
WASHINGTON DC - Aksi demonstrasi massa yang mengecam kematian George Floyd turut berdampak kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menurut laporan CNN International seperti dikutip Senin (1/6/2020), Trump bersama istrinya Melania Trump dan sang putra Barron sempat dibawa ke bungker yang berada di Gedung Putih. Laporan yang berkembang menyebut Trump berada di bungker lantaran ratusan orang pendemo bertindak anarkis di luar Gedung Putih. Menjadi pertanyaan, seperti apa bungker yang jadi tempat perlindungan Trump tersebut?

Laman metro.co.uk menulis bungker itu berlokasi di sayap timur Gedung Putih. Bungker yang juga disebut sebagai Presidential Emergency Operations Center (PEOC) selalu digunakan dalam keadaan darurat. Pertama kali bungker dibangun pada masa Perang Dunia II untuk melindungi Presiden AS ketika itu Franklin D Roosevelt jika serangan udara melanda Washington.

Selain oleh Trump beberapa waktu lalu, bungker juga digunakan saat serangan teroris 11 September 2001 lalu. Sejumlah staf Presiden AS ketika itu George Walker Bush sempat dibawa ke bungker demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara Bush sendiri berada di Florida.

Tidak banyak yang dapat diketahui dari bungker tersebut. Namun, dari sebuah foto yang diunggah pada 2001, ruangannya tampak gelap disertai keberadaan meja dan kursi. Belum diketahui perubahan-perubahan apa saja yang sudah terjadi selama 19 tahun ini.

Satu yang pasti, bungker juga kerap ditampilkan dalam sejumlah film Hollywood seperti White House Down dan Olympus Has Fallen. Akan tetapi, tidak diketahui berapa kali fasilitas itu telah digunakan oleh Presiden AS selepas George Walker Bush.

Sementara itu, Pemerintah China turut berkomentar perihal kerusuhan yang terjadi di AS. Menurut China, rangkaian peristiwa yang dipicu kematian seorang warga kulit hitam bernama George Floyd itu, menunjukkan masalah kronis terkait rasialisme di Negeri Paman Sam.

"Hak asasi masyarakat kulit hitam juga harus dijamin. Rasisme terhadap etnis minoritas di AS adalah penyakit kronis masyarakat AS. Situasi saat ini sekali lagi mencerminkan parahnya masalah rasisme dan kekerasan polisi di AS," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian seperti dikutip AFP, Senin (1/6/2020).

AFP menulis, diplomat dan media pemerintah China memanfaatkan kerusuhan yang dipicu kematian Floyd untuk menuduh AS munafik. China membandingkan pendemo di AS dengan para demonstran pro-demokrasi di Hong Kong. Seperti diketahui, China sudah lama geram dengan kritik dari AS terkait penanganan terhadap protes yang mengguncang Hong Kong tahun lalu.

Zhao pun bilang kalau respons Pemerintah AS terhadap para pengunjuk rasa menunjukkan standar ganda.

"Mengapa AS menyebut kemerdekaan Hong Kong dan kekerasan sebagai pahlawan dan aktivis seraya menyebut orang-orang yang memprotes rasisme sebagai perusuh?," tanya Zhao.

Awal bulan ini, sikap pemerintah China memberlakukan UU Keamanan Nasional di Hong Kong telah memicu kontroversi dan kemarahan di Hong Kong. Sebab, langkah itu dituding sebagai upaya menggerogoti kebebasan Hong Kong.

"Saya tidak bisa bernafas," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying seraya menyertakan tangkapan layar kicauan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Morgan Ortagus yang mengkritik kebijakan China di Hong Kong.

Hua mengutip kata-kata yang disampaikan Floyd berulang kali sebelum meregang nyawa akibat ditindih oleh petugas kepolisian Minneapolis selama hampir sembilan menit.


(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Hakim Tolak Gugatan Keluarga Trump soal Buku Keponakan
Fan K-Pop dan Pengguna TikTok Sabotase Kampanye Trump
Trump Bela Polisi yang Tembak Warga Kulit Hitam Atlanta
Dana White: Semoga Penembak Texas Bukan Petarung UFC
Buntut Penembakan Warga Kulit Hitam AS, Pedemo Bakar Restoran

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter