Home  / Internasional
Gempar Menteri Inggris Resign Saat Pandemi Covid-19, Ada Apa?
Selasa, 26 Mei 2020 | 20:34:56
(Stefan Rousseau / PA via AP)
Foto: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kiri) dan Douglas Ross beberapa waktu lalu.
LONDON - Kabar mengejutkan datang dari Inggris. Menteri Muda untuk Skotlandia Douglas Ross mengundurkan diri dari jabatannya, Selasa (26/5/2020) waktu setempat.

Pengunduran itu tak lepas dari ulah penasihat PM Inggris Boris Johnson, yaitu Dominic Cummings, yang melanggar aturan lockdown yang notabene bertujuan mencegah penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19, beberapa waktu lalu.

"Saya memiliki konstituen yang tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang dicintai, keluarga yang tidak bisa menyampaikan duka cita bersama, orang yang tidak bisa mengunjungi kerabatnya yang sakit karena mengikuti aturan pemerintah. Dengan iktikad baik saya tidak bisa mengatakan kepada mereka bahwa mereka semua salah dan seorang penasihat senior untuk pemerintah benar," ujar Ross via akun Twitternya, Selasa (26/5/2020).

Foto: Pengunduran diri Douglas Ross (Twitter @Douglas4Moray)

Pengunduran diri Ross tentu menambah tekanan kepada Cummings. Sang penasihat telah mengadakan konferensi pers, kemarin. Ia membenarkan telah melakukan perjalanan sejauh 425 kilometer dari London ke Durham di timur laut Inggris selama puncak krisis Covid-19.

Tidak lama setelah Ross mengundurkan diri, jumlah anggota parlemen dari Partai Konservatif yang meminta Cummings mengundurkan diri terus bertambah. Terbaru, anggota parlemen dari West Worcestershire Harriet Baldwin mendesak Cummings resign.

Di sisi lain, kantor PM Inggris menyesalkan keputusan Ross.

Selain pemerintah, sejumlah pihak juga membela Cummings, termasuk Chancellor of the Duchy of Lancaster Michael Gove. Menurut dia, Cummings telah bertindak wajar dalam perjalanan dari London ke Durham. Kemudian, Cummings dan keluarga juga ke salah titik terindah di sana, Kastil Bernard, untuk menguji penglihatannya.

"Yang jelas dia tidak melanggar hukum, dia tidak melanggar aturan, dia berusaha melindungi keluarganya dan dia juga berusaha memastikan risiko infeksi dari keluarganya benar-benar diminimalkan," ujar Gove kepada BBC.

Cummings sejauh ini menolak desakan mundur. Ia merasa tidak ada yang salah dengan tindakannya lantaran sudah bertindak "secara wajar dan sah". Pun PM Inggris yang menyebut tindakan Cummings "masuk akal".

Seperti dilansir Worldometers, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Inggris mencapai 261.184. Dari jumlah itu, sebanyak 36.914 meninggal.

(CNBCIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Salah Dinilai Terlalu Rakus Gol Demi Top Skor Liga Inggris
Sentil Menteri, Jokowi: Kerja Lebih Keras, Jangan Biasa-Biasa
Di Depan Para Menteri, Jokowi: Waduh, Bahaya Banget!
Penyebab Lloris dan Son Bertengkar di Laga Tottenham vs Everton
Wahai Para Menteri, Ada Kabar Jokowi Nggak Jadi Reshuffle Nih!

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter