Home  / Internasional
Muslim di India Jadi Korban Kekerasan terkait Corona, Dipaksa Cukur Jenggot dan Lepas Kopiah
Rabu, 6 Mei 2020 | 15:21:24
(Foto: AFP)
Kekerasan terhadap umat Islam India masih terus terjadi sejak wabah virus corona
NEW DELHI - Umat Islam di India masih terus menjadi sasaran kekerasan sejak wabah virus corona melanda negara berpenduduk sekitar 1,3 miliar jiwa itu.

Kasus terbaru dialami Gayur Hassan, seorang warga di Negara Bagian Haryana. Rumahnya diserang oleh tetangga yang beragama Hindu terkait dengan media sosial.

Bukan hanya itu bengkelnya ikut dibakar sehingga Hassan tak bisa bekerja lagi.

Semua berawal dari putra Hassan berusia 19 tahun yang memberikan tanda 'suka' pada sebuah posting-an di Facebook. Isi posting-an itu mengecam kekerasan yang dialami umat Islam di seluruh India sejak pemberlakuan lockdown pada Maret.

Para tetangga tak terima putra Hassan mendukung posting-an itu lalu menyerang.

Dalam keterangan kepada polisi, Hassan dan putranya diancam akan terus diserang jika mereka tak mencukur jenggot serta melepas kopiah.

"Nenek moyang saya sudah tinggal di sini dan saya lahir di sini," kata pria 55 tahun itu, dikutip dari AFP, Rabu (6/5/2020).

Dia menambahkan, kondisi ini terjadi sejak wabah virus corona. Ada semacam upaya untuk mengaikan wabah virus corona di India dengan umat Islam. Padahal sebelum adanya wabah, keluarganya dan umat Islam lain di perkampungan itu hidup rukun dengan ratusan kepala keluarga Hindu.

"Kami hidup seperti keluarga dan agama tidak pernah menjadi masalah di sini. Tapi suasana sekarang menjadi ketakutan dan kebencian di mana-man," ujar pri pemilik bengkel las itu.

Serangan terhadap keluarga Hassan hanya satu dari sekian banyak kekerasan terhadap muslim akibat beredarnya informasi hoaks tentang virus corona.

Kelompok Nasionalis Hindu menggunakan isu virus corona untuk memicu kebencian terhadap muslim. Mereka menggunakan media sosial maupun media massa mindstream untuk menciptakan opini seolah-olah umat Islam yang menyebarkan Covid-19.

Penelusuran tim pencari fakta AFP menemukan ratusan posting-an di media sosial yang secara salah mengaitkan muslim dengan wabah virus corona.

Ada pula video hoaks menunjukkan seorang muslim menjilat buah sebelum dijual seolah-olah ingin menyebarkan penyakit. Video lain menunjukkan umat Islam melanggar lockdown.

Salah satunya dibagikan di Facebook dan Twitter, menunjukkan muslim India melanggar aturan jarak sosial dengan salat. Ada pula foto menunjukkan orang-orang melaksanakan salat di Dubai, Uni Emirat Arab.

Ratusan ribu posting-an online juga menggunakan tagar #CoronaJihad, beberapa di antaranya dibagikan prtai berkuasa, Partai Bharatiya Janata (BJP).

Aksi mereka semakin menjadi setelah adanya cluster penularan Jamaah Tabligh yang menggelar acara internasional pada Maret di New Delhi. Kelompok tersebut dikaitkan dengan hampir sepertiga kasus virus corona di India. Padahal wabah Covid-19 sudah ada sebelum pertemuan itu.

Bahkan surat kabar dan stasiun televisi ikut mempekeruh suasana dengan menyebut anggota Jamaah Tabligh sebagai "bom manusia".

(inews.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Dor, Joki Jambret Maut Yang Tewaskan Korbannya di Bekuk di Sumbar
Tim Baznas Bantu Ratusan Korban Banjir di Pelalawan
Prihatin Nasib Warga Sipil, TNI Tanggung Korban Penembakan KKB Papua
Karhutla AS, Korban Tewas Bertambah Jadi 28 Orang
Sekeluarga di Sukoharjo Ditemukan Tewas, Diduga Korban Pembunuhan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter