Home  / Internasional
Virus Corona Makin Menjadi: Dokter Tewas, Hongkong Darurat!
Sabtu, 25 Januari 2020 | 20:47:52
(AP Photo/Mark Schiefelbein)
Foto: Tempat Wisata di Perayaan Imlek ditutup karena ramainya Virus corona
JAKARTA - Pemerintah Hong Kong secara resmi menetapkan status `darurat` terkait penyebaran Virus Corona. Langkah ini diambil mengingat virus tersebut telah menginfeksi 1.300 orang dan juga telah membunuh 41 orang.

"Hari ini saya memutuskan untuk meningkatkan status penanganan penyebaran Virus Corona menjadi `darurat`," kata Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam seperti dikutip dari AFP, Sabtu (25/1).

Dilansir dari South Cina Morning Post (SCMP), keputusan tersebut disampaikannya dalam konferensi pers berdurasi 90 menit. Atau tidak lama setelah ia kembali dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.

Dampaknya keputusan itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah harus ditunda. Dan masa liburan anak-anak ditambah hingga dua minggu atau 17 Februari mendatang. Aturan itu berlaku di banyak sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak (Kindergarten) Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama (Secondary Schools).

Bukan hanya itu, lomba lari Standard Chartered Marathon mengonfirmasi pembatalan dari acaranya. Semula, acara ini akan dilaksanakan pada 8-9 Februari mendatang. Panitia lomba mengumumkan pembatalan tersebut melalui akun facebook mereka

"Untuk mendukung upaya pencegahan epidemi pemerintah, penyelenggara telah memutuskan untuk membatalkan Standard Chartered Hong Kong Marathon yang semula dijadwalkan tanggal 8 dan 9 Februari. Biaya pendaftaran sepenuhnya akan dikembalikan dengan rincian yang akan diumumkan segera," tulisnya.

Kacaunya dampak yang ditimbulkan oleh virus corona bukan hanya menjangkiti pasien. Namun juga salah satu dokter yang dilaporkan meninggal dunia di Provinsi Hubei, China.

Dokter yang meninggal dunia itu dilaporkan bernama Liang Wudong. Dia merupakan seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Xinhua Hubei.

"Liang Wudong, seorang dokter di Rumah Sakit Xinhua Hubei yang ada di garis depan peperangan #CoronavirusOutbreak di Wuhan, meninggal dunia karena virus itu pada usia 62 tahun," demikian laporan CGTN, via Twitter.

SCMP menyebut Liang yang seorang dokter bedah ini meninggal dunia pada Sabtu (25/1) pagi, sekitar pukul 07.00 waktu setempat.

Liang diduga terinfeksi virus corona sejak pekan lalu, sebelum dia dipindahkan ke Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Meninggalnya Liang ini menandai kematian pertama dari kalangan profesional medis sejak virus corona mewabah di China.

Virus ini disebut berawal di sebuah pasar hewan di kota Wuhan. Kini disebut telah menyebar ke sebanyak 30 provinsi, wilayah otonomi dan kotapraja di China. Kota Wuhan dan 13 kota lainnya di Provinsi Hubei telah dikarantina dalam upaya mengendalikan penyebaran virus ini.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kunjungi Indonesia Selama 5 Hari, Pria Jepang Positif Corona
Pulang dari Thailand, Warga Bandung Dicurigai Kena Corona
Status Siaga Satu Corona, Korsel Liburkan Semua Sekolah
Korban Meninggal Virus Corona Capai 2.461 Jiwa
Pembaruan Data, Total 556 Positif Corona di Korea Selatan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad