Home  / Internasional
Negara Islam ‘Buang’ Dolar, Dinar Emas Jadi Mata Uang Global?
Sabtu, 28 Desember 2019 | 16:03:59
Foto: Ilustrasi Uang Dolar/CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
JAKARTA - Beberapa waktu lalu, sejumlah negara menyuarakan buang dolar atau dedolarisasi. China merupakan salah satu yang paling gencar dalam mengurangi ketergantungan pada dolar.

Negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping ini telah melakukan berbagai upaya ‘buang’ dolar. Contohnya adalah China telah secara diam-diam mendiversifikasi cadangannya ke dalam mata uang lain serta serta membangun "cadangan bayangan" atau shadow reserves.

Bukan hanya China, Rusia dan Uni Eropa juga melakukan hal yang sama. Mereka menghindari dolar AS dan menggunakan mata uang sendiri karena keharusan untuk tunduk pada yurisdiksi AS ketika mereka bertransaksi dalam dolar.

Dengan langkah yang dilakukan banyak negara ini, sejumlah negara Islam kini mempertimbangkan untuk menjadikan emas sebagai alat pembayaran internasional. Konsep yang akan dipakai adalah sistem barter.

Gagasan tersebut pertama kali diperdebatkan sekitar tiga dekade lalu pada puncak Krisis Keuangan Asia (AFC).

Alasan rencana penerapan ide tersebut tidak lain karena dolar AS semakin tidak stabil, dan terpapar pada fluktuasi nilai untuk melayani sebagai mata uang internasional utama.

Negara-negara tersebut antara lain Malaysia, Iran dan Qatar. Dalam Islamic Summit yang digelar akhir pekan kemarin, cara ini bisa jadi senjata negara Muslim untuk bertahan dari embargo ekonomi yang dilancarkan negara barat.

"Keputusan sepihak dengan menjatuhkan sanksi, hal itu dapat berlaku pula pada kita," kata Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad seperti dikutip Reuters.

Iran terkena sanksi Amerika Serikat (AS) karena dianggap masih terus melakukan pengembangan nuklir. Sementara Qatar mengalami pemutusan hubungan diplomatik dengan sejumlah negara Arab yang menjadi aliansi AS, karena dituduh membiayai teroris.

"Saya menyarankan agar kita melihat kembali gagasan perdagangan menggunakan dinar emas dan perdagangan sistem barter di antara kita. Kami serius melihat ini," katanya.

KTT Negara Islam Dunia membahas sejumlah masalah yang mempengaruhi umat Islam mulai dari Palestina, Kashmir, dan nasib Muslim Rohingya di Myanmar, juga kamp-kamp China untuk Muslim Uighur di wilayah barat Xinjiang.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Buang Sampah Sembarangan di Bengkalis, Ini Sanksinya
Bakamla RI Siap Cegah Kapal Buang Limbah di Perairan Batam
Kasum TNI: TNI Bekerja Sesuai Visi Misi Kenegaraan dan Pemerintah
Bunga Utang RI Bakal Naik Usai Dicoret dari Negara Berkembang
Dicap Sebagai Negara Maju, Indonesia Malah Rugi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad