Home  / Internasional
Kontroversi UU ĎAnti Muslimí, Tsunami Demo Landa India
Senin, 16 Desember 2019 | 12:48:14
(AP Photo/Anupam Nath)
Foto: Protes RUU Kewarganegaraan India di Gauhati pada Rabu, 11 Desember 2019
JAKARTA - Lebih dari 100 aktivis di India ikut melakukan aksi protes terhadap undang-undang baru terkait kewarganegaraan India. Aksi protes tersebut sudah berlangsung setidaknya selama lima hari.

Penduduk setempat dan mahasiswa berkumpul di dekat Universitas Jamia Milia Islamia di Delhi tenggara untuk menyuarakan aspirasi mereka. Namun, aksi itu berubah menjadi bentrokan saat para demonstran membakar bus, mobil, dan sepeda motor.

Polisi pun menembakkan gas air mata untuk memukul mundur dan membubarkan para demonstran. Lebih dari 100 orang cedera dan telah dibawa ke rumah sakit setempat.

"Banyak dari mereka mengalami cedera patah tulang. Kami kehabisan plester untuk gips," kata Inamul Hassan, seorang pejabat di Rumah Sakit Alshifa yang terletak di dekat universitas," seperti dilansir dari Reuters, Senin (16/12/2019).

Menurut seorang saksi mata, petugas menyerbu halaman kampus untuk menghadapi pengunjuk rasa yang melarikan diri ke universitas dan melemparkan batu ke arah polisi.

"Pemrotes dan polisi melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan untuk membubarkan ketika massa membakar bus," kata Chinmoy Biswal, seorang perwira polisi senior di daerah itu.

"Jika massa damai maka akan dibubarkan juga secara damai."

Untuk diketahui, aksi protes terjadi karena Undang-Undang (UU) kewarganegaraan baru India yang berisi tawaran kewarganegaraan kepada imigran non-Muslim dari Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan jika mereka menghadapi persekusi agama.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan UU baru tersebut akan menyelamatkan minoritas agama seperti Hindu dan Kristen dari penganiayaan di negara tetangga Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan dengan menawarkan mereka jalan menuju kewarganegaraan India.

Namun, warga negara India mengecam bahwa UU tersebut mendiskriminasi umat Islam dan melanggar konstitusi sekuler negara tersebut.

Aksi protes telah terjadi di beberapa negara bagian timur India seperti Assam, Tripura dan Benggala Barat, di mana kebencian terhadap imigran Bangladesh telah berlangsung selama beberapa dekade.

Sebagai langkah lanjutan dalam upaya menjaga hukum dan ketertiban, pihak berwenang menutup akses internet di beberapa bagian negara yang terkena dampak.

Pemerintah setempat juga memerintahkan semua sekolah di Delhi tenggara untuk tutup. Selain itu, Universitas Jamia Millia mengatakan bahwa kampus tutup lebih awal untuk liburan musim dingin.

Universitas Muslim Aligarh di negara bagian utara Uttar Pradesh juga mengumumkan bahwa mereka tutup lebih awal untuk istirahat setelah terjadi bentrok para mahasiswa dengan polisi Minggu.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Tiga Wakil Rektor dan Dua Dekan Unilak Dilantik
Pemko Tak Tegas, Pasar Tradisional Menanti Ajal
Asri Auzar : Pergantian Satker Tidak Pengaruhi Anggaran yang Sudah Diajukan
Pelanggar Diminta Ganti TNKB Asli Ditempat
Pemprov Riau Nyaris Lantik Orang yang Sudah Meninggal

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad