Home  / Internasional
Trump Murka Bank Dunia Utangi China
Minggu, 8 Desember 2019 | 09:13:52
(REUTERS/David Becker)
Foto: Presiden AS Donald Trump
JAKARTA - Dari laporan Belt and Road Initiative (BRI), China kerap memberi pinjaman ke banyak negara termasuk Indonesia. Oleh karena itu China dipandang sebagai negara yang kaya.

Tapi kenyataannya, China juga tak bisa menghindar dari jeratan utang yang membengkak. Negeri tirai bambu ini meminjam dana ke Bank Dunia (World Bank) hingga US$ 1,5 miliar (Rp 21 triliun).

Pinjaman ini bahkan sudah diizinkan oleh Dewan Bank Dunia. Dengan bunga rendah dan tenor 5 tahun alias sampai 2025. Hal ini mengundang komentar pedas dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Kenapa Bank Dunia meminjamkan uang ke China? Mungkinkah itu mungkin? China punya banyak uang, dan kalaupun tidak, mereka bisa buat sendiri. STOP!," tulis Trump di Twitternya sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu (7/12/2019).

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan beberapa anggota parlemen AS juga menyatakan keberatannya.  "Kami ingin Bank Dunia untuk berhenti memberi China program pinjaman lunak (karena) ditujukan untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah." kata Mnuchin sebagaimana dilansir dari Reuters.

Sama hal-nya dengan Trump, Mnuchin mengatakan bahwa China bisa dibilang terlalu kaya untuk menerima bantuan internasional semacam itu. Apalagi negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping telah meminjamkan ratusan miliar dolar dananya untuk negara-negara miskin melalui BRI.

Sementara itu, anggota parlemen AS juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa dana pembayar pajak AS yang dipinjamkan melalui Bank Dunia ke China akan menciptakan masalah baru. Di antaranya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan persaingan ekonomi yang tidak adil.

"Bank Dunia, menggunakan dolar dari pajak warga Amerika, (sehingga) tidak boleh meminjamkan uang kepada negara-negara kaya yang melanggar hak asasi warga mereka dan berusaha untuk mendominasi negara-negara yang lebih lemah baik secara militer maupun ekonomi," kata Ketua Komite Keuangan Senat Charles Grassley dalam pidato di Senat.

Ia merujuk pada dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Xinjiang, China. Di mana kamp-kamp penahanan untuk Muslim Uighur dibangun.

Utang ke Bank Dunia ini bukan yang pertama bagi negeri tirai bambu. China juga pernah mendapat pinjaman senilai US$ 1,3 miliar pada awal 2019 dan US$ 2,4 miliar di 2017 lalu.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Hampir Dua Pekan Kebakaran Lahan Gambut di Rupat Belum Padam
Ilmuwan Ungkap di Balik Pesatnya Penyebaran Virus Corona
Corona Makin Ganas! 80 Orang Tewas, 2.300 Terinfeksi
Wali Kota Wuhan Perkirakan 1.000 Orang Lagi Terinfeksi Corona
Helikopter Jatuh, Kobe Bryant dan Putrinya Gianna Tewas

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad