Home  / Internasional
Ibu Kota Dilanda Kerusuhan, Cile Deklarasikan Keadaan Darurat
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 19:53:41
Foto/REUTERS/Ramon Monroy
Loket tiket kereta terbakar saat unjuk rasa menentang kenaikan harga tiket kereta di Santiago, Cile, 19 Oktober.
SANTIAGO - Presiden Cile Sebastian Pinera mendeklarasikan keadaan darurat di ibu kota Santiago pada Sabtu (19/10) saat kota itu dilanda kerusuhan dan kekacauan. Pengunjuk rasa membakar gedung-gedung dan sistem kereta metro lumpuh.

Para demonstran yang berpakaian hitam memprotes kenaikan tarif transportasi publik dengan membakar beberapa stasiun metro. "Mereka juga menjarah toko-toko, membakar satu bus umum dan mengganjal pintu-pintu putar di stasiun kereta saat komuter sedang padat pada Jumat (18/10) siang," papar saksi mata, media sosial dan tayangan televisi.

Pinera berbicara pada Sabtu (19/10) untuk mendeklarasikan keadaan darurat saat sirine berbunyi sepanjang malam di pusat kota. Kepolisian dan pemadam kebakaran bertindak cepat mengendalikan kebakaran dan kekacauan yang terjadi.

Pinera menyatakan akan menerapkan hukum darurat negara khusus untuk mengadili para pelaku yang bertanggung jawab atas kerusakan di pusat kota. Di sisi lain, dia menyatakan simpati pada mereka yang terkena dampak kenaikan tarif.

"Dalam beberapa hari, pemerintah akan menyeruka ndialog untuk mengatasi penderitaan mereka yang terkena dampak kenaikan tarif," ujar Pinera saat pidato yang disiarkan televisi nasional, dilansir Reuters.

Cile merupakan salah satu negara kaya di Amerika Latin tapi juga memiliki kesenjangan sosial tertinggi. Frustrasi akibat naiknya biaya hidup di Santiago menjadi isu politik dan memicu reformasi di semua bidang, mulai dari pajak dan aturan tenaga kerja hingga sistem pensiun.

(sindonews.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Rusuh di Penajam Paser Utara, Ratusan Keluarga Mengungsi
Hong Kong Kembali Rusuh, Stasiun MRT Dilempar Bom
Sejumlah Kejanggalan di Balik Tewasnya Akbar Alamsyah, Korban Kerusuhan di Depan DPR
Kesaksian Warga: Perusuh Bukan Penduduk Wamena
32 Pendatang asal Bugis, Jawa dan Sumbar Tewas Dalam Kerusuhan Wamena

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad