Home  / Internasional
Buset! Merana Karena Babi, China Buat Daging Palsu
Rabu, 2 Oktober 2019 | 22:37:40
Foto: REUTERS/Dominique Patton
JAKARTA - Fitch Solutions mengatakan, permintaan China untuk daging palsu alias tiruan, naik di tengah minimnya pasokan daging babi domestik dan mahalnya harga babi hingga 94%.

Daging palsu merupakan alternatif pengganti daging asli yang terbuat dari tahu dan gandum. Fitch percaya mahalnya harga babi di China akan membuat masyarakat beralih ke daging alternatif ini.

"Ketika persediaan berkurang, diperlukan impor daging yang lebih banyak untuk memenuhi permintaan konsumen," tulis Fitch sebagaimana dilansir CNBC International Rabu (2/10/2019).

"Namun China melakukan cara lain dengan memberi pilihan baru, yakni dengan membuat daging tiruan sebagai salah satu pilihan,".

Di China babi memang menjadi makanan pokok. Namun, wabah demam babi Afrika telah menekan pasokan daging, yang menyebabkan pemusnahan 1,17 juta babi di China.

Padahal, China adalah salah satu konsumen daging babi tertinggi di dunia. Negara itu juga merupakan produsen daging babi terbesar di dunia pada 2018.

Baca:
Cerita Babi yang Bikin Pening dan "Dipaksa" Gemuk di China

Pada 2018, industri daging babi palsu bernilai US$ 910 juta (Rp 12,9 triliun) atau naik 14,2% dari tahun 2017.

Angka ini bahkan melebihi AS. Dimana, industri daging tiruan AS mencapai US$ 684 juta (Rp 9,7 triliun) atau meningkat sebesar 23% YoY.

"Demam babi Afrika akan positif untuk industri daging alternatif China," kata Simon Powell, seorang peneliti di Jefferies bank investasi AS.

Penyakit mematikan itu menyebabkan penurunan 20 juta ton di pasar daging babi China. Ini dipastikan bisa membuat konsumen beralih ke daging palsu sebagai alternatif.

"Saya pikir mungkin ada tarikan luar biasa untuk protein alternatif ini," tegasnya lagi.

Dalam laporannya, Fitch mengatakan daging palsu sebenarnya menjadi alternatif tren di kalangan keluarga China. Apalagi bahan dasar pembuatnya yakni tahu, dipandang lebih sehat.

Milenium dan flexitarian China atau orang-orang yang mengurangi asupan daging akan banyak memburu daging palsu ini.

Permintaan daging China secara historis sangat tinggi. Pada 2018, negara tersebut menyumbang sekitar 46% dari total konsumsi daging babi dunia, menurut data OECD.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Wew! Babi Korut Bikin Korsel Kirim Penembak Jitu, Kok Bisa?
Kena Jerat Babi di Sungai Mandau, Kaki Bayi Gajah Terluka dan Nyaris Putus
Cukup 30 Menit, ‘Senjata Kiamat’ China Bikin Amerika Serikat KO
Baru Empat Hari Menjabat, Kapten Inf Kasmir Kumpulkan Para Babinsa
Benarkah ‘Batik’ China Masih Merajalela?

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad