Home  / Internasional
Duh! Babi-Babi "Dipaksa" Gemuk di China, Kenapa?
Jumat, 27 September 2019 | 18:39:53
Foto: Ilustrasi babi (REUTERS/Brian Snyder)
JAKARTA - Para peternak Babi di China berupaya untuk membuat babi-babi peliharaannya menjadi lebih gemuk. Ini dilakukan agar mendapat untung lebih dari melonjaknya harga daging babi.

Bahkan babi-babi harus dibuat gendut hingga 150 kg. Dari sebelumnya hanya maksimal 100 kg.

Hal ini dilakukan para peternak babi untuk meraih keuntungan. Pasalnya kini harga babi di China mahal akibat penyakit demam babi Afrika yang memangkas jumlah babi di China.

Saat ini, harga babi hidup telah meningkat 46,2% hingga menjadi 33 yuan (Rp 66.000) per kg di beberapa wilayah di negara itu. Harga ini merupakan rekor tertinggi, dan lebih dari dua kali lipat harga setahun yang lalu.

"Bagi kami, biaya memelihara babi sekitar 10 yuan per kilo, sementara harga daging babi mencapai 30 yuan di beberapa tempat. Setiap kilo lebih banyak daging yang Anda dapatkan berarti untung ganda. Semua orang ingin memelihara babi yang lebih gemuk," kata seorang manajer pembelian di salah satu peternakan babi utama di China sebagaimana dikutip Reuters, Jumat 27/9/2019).

Seorang eksekutif di produsen pakan utama mengatakan bahwa babi yang lebih gemuk juga membantu meningkatkan crush margins. Pasalnya permintaan soymeal, protein yang umumnya ada dalam pakan babi di China, juga meningkat.

"Crush margins tidak buruk sama sekali baru-baru ini karena permintaan soymeal cukup baik. Setiap jin (0,5 kg) babi berarti peningkatan permintaan soymeal," katanya.

Menurut data Kementerian Pertanian dan Pedesaan, kawanan babi China telah menyusut 38% pada Agustus, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Penurunan ini disebabkan oleh epidemi demam babi Afrika selama setahun terakhir. Wabah ini telah menewaskan jutaan babi dan membuat petani tidak berani memelihara kawanan ternak lagi.

Menurunnya jumlah ternak babi juga mengurangi permintaan soymeal hingga 6% hingga 7% untuk 2018/19. Sementara konsumsi kedelai akan meningkat sebesar 2,8% menjadi 66,3 juta ton pada tahun 2019/20.

Soymeal dipercaya meningkatkan kesehatan babi. Sehingga makin menguntungkan peternak.

Penjualan pakan babi telah melonjak secara signifikan sejak Agustus di hampir semua provinsi di China. Perusahaan-perusahaan babi yang terdaftar, yang menyumbang 35% dari produksi babi China, diperkirakan akan meningkatkan produksi mereka sebesar 45% di 2020.

C.P. Pokphand Co, salah satu produsen babi top China, akan meningkatkan produksi dari 4 juta babi saat ini menjadi 6 juta babi pada akhir tahun 2021. Perusahaan itu juga merestorasi peternakan yang sebelumnya terinfeksi demam babi Afrika.

(cnbcindonesia.com)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
104 Spesimen Suspect Virus Corona Diperiksa, 102 Negatif
Dituding Sumber Virus Corona, Lab di China Buka Suara
Cegah Virus Corona, 109 WNA Ditangkal Masuk Indonesia
AS Mulai Evakuasi Warganya dari Kapal Pesiar Diamond Princess
Beri Semangat dan Motivasi Kepada Para Siswa, Babinsa Koramil 05/KK Kunjungi SMP IT Sahruddiniyah

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad